Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Ucapan Ini yang Menahan Allah Turunkan Murka-Nya

Selasa 01 Aug 2017 18:00 WIB

Red: Irwan Kelana

Zikir dan istighfar (ilustrasi).

Zikir dan istighfar (ilustrasi).

Foto: Republika/ Wihdan

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR – Prilaku manusia yang kerap kali berbuat maksiat cukuplah menjadi alasan bagi Allah untuk menurunkan murka-Nya. Namun, ada hal yang menahan Allah mengazab hamba-hamba-Nya. Apakah itu? “Istighfar (ucapan permohonan ampun),” kata Pimpinan Majelis Az-Zikra Ustaz Muhammad Arifin Ilham dalam pesan instan yang diterima Republika.co.id, Selasa (1/8).

Ia lalu mengutip Alquran, Surat Al Anfal ayat 33, yang artinya, "Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.”

Ibnu Katsir menukil riwayat dari Imam Tirmidzi bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Allah telah menurunkan kepadaku dua pengaman atau penyelamat bagi umat dari azab dan bencana, yaitu keberadaanku dan istighfar. Maka ketika aku telah tiada, masih tersisa satu pengaman hingga hari kiamat, yaitu istighfar." Bahkan, Ibnu Abbas menuturkan bahwa ungkapan istighfar meskipun keluar dari pelaku maksiat dapat mencegah dari beberapa kejahatan dan bahaya.

Arifin mengutip sebuah Hadis Qudsi, yang artinya, "Demi keagungan dan kebesaran-Ku, sesungguhnya Aku hendak menimpakan azab kepada penduduk bumi. tetapi apabila Aku memandang kepada : orang-orang yang memakmurkan rumah-rumahKu dan, memandang kepada orang-orang yang saling menyukai karena Aku, dan, memandang kepada orang-orang yang memohon ampun di waktu sahur, maka Aku palingkan azab itu dari mereka."

“Allahumma ya Allah, ampunilah seluruh dosa kami, terimalah taubat kami dan jadikanlah taubat kami, taubat yang Engkau terima, aamiin,” tutur Arifin Ilham.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA