Friday, 12 Rajab 1444 / 03 February 2023

Pemprov Jabar Dorong Organda Perbaiki Layanan Transportasi

Senin 31 Jul 2017 15:49 WIB

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Qommarria Rostanti

 Sejumlah angkutan umum mengantre untuk menanti penumpang di simpang Tol Cileunyi, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (13/7).  (Republika/Rakhmawaty La'lang)

Sejumlah angkutan umum mengantre untuk menanti penumpang di simpang Tol Cileunyi, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (13/7). (Republika/Rakhmawaty La'lang)

REPUBLIKA.CO.ID,  BANDUNG -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong Organisasi Angkitan Darat (Organda) untuk memperbaiki layanan transportasi kepada masyarakat. Hal ini untuk menjaga stabilitas bisnis layanan transportasi kepada masyarakat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Iwa Karniwa, mengatakan perbaikan layanan ini diperlukan Organda agar konsumennya tetap merasakan pelayanan terbaik. Apalagi saat ini perkembangan zaman sudah beralih ke media digital termasuk sektor transportasi.

Dia meminta empat hal kepada Organda. "Pertama, tingkatkan pengetahuan mengenai usaha bisnis dan pengetahuan mengenai apa maunya masyarakat untuk bisa dilayani oleh pengusaha," kata Iwa usai menerima perwakilan Organda Jawa Barat di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (31/7).

Menurut Iwa, saat ini penguasaan digital harus diaplikasikan untuk perbaikan layanan dalam rangka memuaskan konsumen. Jika ketinggalan perkembangan kebutuhan konsumen, Organda bisa ditinggalkan masyarakat yang beralih ke transportasi daring.

Selain layanan berbasis digital, Organda harus memperluas jaringan sehingga bisa meningkatkan produk perusahaannya. "Karena dengan kondisi sekarang konsumen berubah, kalau kita juga nggak punya network dan teknologinya, usahanya nggak akan visible lagi. Penumpangnya sedikit," ujarnya.

Dia meminta Organda Jawa Barat melakukan inovasi-inovasi kreatif guna menggaet konsumen. Transportasi yang nyaman harus menjadi fokus utama karena hal tersebut yang diinginkan konsumen. Apabila selera masyarakat berubah, Organda juga harus berubah. "Karena kita segmen melayani masyarakat. Masyarakatnya berubah. Pengen transportasi yang nyaman. Ini yang harus dipelajari," ujarnya.

Imbauan ini ditekankan Iwa agar angkutan konvensional tidak terlibas perubahan roda zaman. Karenanya, konsolidasi internal harus segera dilakukan untuk menciptakan solusi perbaikan layanan ke depannya.

Dalam mendukung perbaikan layanan transportasi, Pemprov Jawa Barat mempersiapkan layanan yang terintegrasi dan terhubung antara satu moda ke moda lainnya. Menurut dia, kelemahan yang terjadi di Indonesia adalah integrasi konektivitas transportasi yang belum solid. "Oleh karena itu sejak lama kita buat rencana RTRW Bandung Raya supaya antar-moda terintegrasi dan buat rencana induk kereta api. Jadi kita terstruktur dan sistemik arah pembangunan ke depan," kata Iwa.

Penasihat Organda Jawa Barat, Dida Suprinda, mengatakan dunia angkutan darat di Jawa Barat sudah berubah sangat drastis, terutama dengan kehadiran taksi dan ojek daring. Dida mengatakan Organda akan mendorong angkutan umum dan taksi konvensional untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada penumpang, termasuk mulai menggunakan manajemen dan alat teknologi informasi. "Organda akan berbenah dalam hal pelayanan, ketertiban, keamanan, dan keselamatan. Karena itulah yang masyarakat butuhkan," kata Dida.

Namun, dia meminta dukungan dari Pemprov Jawa Barat saat berbenah layanan agar tetap memperlakukan sama antara angkutan konvensional dan daring. Mulai dari regulasi dan kewajiban yang harus dipenuhi transportasi daring. "Saat kami menyesuaikan diri dengan kemajuan zaman, mohonpemerintah menjamin kesetaraan hukum dan perlakuan antara taksi online dengan lainnya," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA