Sunday, 16 Rajab 1442 / 28 February 2021

Sunday, 16 Rajab 1442 / 28 February 2021

Profesi Barista Semakin Diminati

Kamis 27 Jul 2017 14:55 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Barista menyiapkan kopi untuk disajikan kepada pelanggan di gerai Coffee Toffee, Depok, Jawa Barat, Ahad (16/7).

Barista menyiapkan kopi untuk disajikan kepada pelanggan di gerai Coffee Toffee, Depok, Jawa Barat, Ahad (16/7).

Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Profesi sebagai peracik kopi (barista)  kian diminati. Khususnya di kalangan anak muda seiring dengan meningkatkan kesenangan masyarakat untuk mengonsumsi minuman tersebut.

Ketua Lembaga Sertifikasi Kopi Indonesia Edy Panggabean di Palembang, Kamis (27/7), mengatakan, saat ini pertumbuhan jumlah penikmat kopi naik 10 persen setiap tahun sehingga berimbas juga dengan pelaku usahanya.

"Hal ini dapat juga dilihat dengan pertumbuhan gerai kopi di kota-kota besar. Minum kopi di kafe telah menjadi gaya hidup, sehingga tidak heran jika profesi barista ini terbilang fenomenal," kata dia.

Untuk menjaga eksistensi dan konsistensi bisnis ini, pemerintah melalui Badan Ekonomi Kreatif menggelar program sertifikasi barista secara gratis di beberapa kota, dan salah satunya di Palembang. Jika seorang barista ingin mendapatkan sertifikat ini maka setidaknya harus ke Jakarta dengan mengeluarkan biaya lebih kurang Rp 750.000/orang.

Kegiatan yang dilakukan di Palembang ini diikuti 100 orang barista yang akan menjalani proses sertifikasi selama dua hari, 27-28 Juli 2017. Dalam proses sertifikasi ini, mereka akan dites setidaknya 10 hal kepandaian yakni diantaranya, pengelolaan bahan baku dan peralatan, pembuatan minuman non alkohol, mampu berbahasa Inggris tingkat dasar, dan lainnya.

"Jika baristanya andal maka industri kopi juga semakin baik. Artinya bisnis ini akan semakin menjanjikan pada masa mendatang," kata dia.

Direktur Fasilitator Hak Kekayaan Intelektual Badan Ekonomi Kreatif Robinson Sinaga di Palembang, mengatakan, para kaum muda jangan menyepelekan mengenai sertifikasi ini karena menjadi tolak ukur mengenai kemampuan Sumber Daya Manusia.

Bekraf pun memfasilitasi kebutuhan pelaku industri kreatif ini dengan menyediakan program sertifikasi barista dan fotografi di Palembang, 27-29 Juli 2018, secara cuma-cuma (gratis). "Tujuan akhirnya yakni bagaimana caranya agar industri kuliner tanah air ini berdaya saing, dan salah satu caranya yakni menyertifikasi pelakunya," kata dia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA