Thursday, 5 Rabiul Awwal 1442 / 22 October 2020

Thursday, 5 Rabiul Awwal 1442 / 22 October 2020

Volkswagen akan Mulai Produksi Mobil Listrik ID3

Selasa 05 Nov 2019 15:01 WIB

Rep: MGROL126/ Red: Nora Azizah

Logo Volkswagen.

Logo Volkswagen.

Foto: EPA
Produksi mobil akan dilakukan di pabrik Zwick, Jerman.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hari ini, Volkswagen (VW) mengumumkan akan memulai produksi resmi mobil tipe ID3 di pabrik Zwick, Jerman. VW telah secara resmi memulai produksi ID3, mobil listrik pertama di platform MEB baru, dan menandai dimulainya konversi pabrik Zwickau.

Dilansir melalui electrek, Selasa (5/11), ID3 merupakan tipe hatchback dengan varian 300 dan 500 kilometer. Mobil listrik ini rencananya akan dibanderol kurang dari 3.000 dolar AS.

Chief Executive Officer (CEO) Volkswagen Herbert Diess mengatakan, ID3 akan memberikan kontribusi penting bagi Volkswagen. Menurutnya, hal ini akan menjadi terobosan baru bagi industri mobil listrik.

Baca Juga

“ID3 akan memberikan kontribusi penting bagi terobosan e-mobilitas. Ini membuat mobilitas individu yang bersih dapat diakses oleh jutaan orang dan merupakan tonggak sejarah bagi perusahaan kami dalam perjalanan menuju netral-iklim pada tahun 2050," kata Diess.

Sementara, Anggota Dewan Merek Volkswagen untuk e-mobility, Thomas Ulbrich mengatakan bahwa ID3 adalah mobil listrik dengan berteknologi tinggi. Pasalnya, mobil diproduksi di pabrik yang juga dengan berteknologi mumpuni.

"Dengan sekitar 1.700 robot, sistem transportasi tanpa pengemudi dan proses pembuatan otomatis sepenuhnya," jelas Ulbrich.

Sebelum konversi, pabrik Zwickau memproduksi beberapa varian VW Golf, serta bodi untuk Bentley Bentayga dan Lamborghini Urus. Pabrik dapat menghasilkan lebih dari 250.000 kendaraan per tahun dan mempekerjakan 8.000 orang.

VW berencana untuk meningkatkan produksi pabrik agar menghasilkan 100.000 tipe ID3 tahun depan. Kemudian jumlah kendaraan listrik yang dibangun di Zwickau akan meningkat menjadi 330.000 unit pada tahun 2021.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA