Monday, 11 Syawwal 1439 / 25 June 2018

Monday, 11 Syawwal 1439 / 25 June 2018

Mobil Nissan Nantinya Bisa Baca Pikiran Pengemudi

Rabu 03 January 2018 21:42 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Citra Listya Rini

Nissan

Nissan

REPUBLIKA.CO.ID, LAS VEGAS  -- Mobil yang mempercepat waktu reaksi pengemudi dan mengantisipasi percepatan, kemudi dan pengereman dengan membaca gelombang otak bisa tersedia dalam lima sampai sepuluh tahun. Terobosan tersebut dipelopori oleh perusahaan Jepang, Nissan.

Melalui teknologi Brain-to-Vehicle (B2V) memungkinkan mobil menafsirkan sinyal dari otak pengemudi. Informasi ini bisa digunakan untuk membuat mengemudi manual lebih efisien, sekaligus menyesuaikan kendaraan otomatis untuk mencerminkan gaya berkendara pemiliknya.

Nissan akan mengungkap sistem B2V di pameran dagang CES 2018, yang diadakan pekan depan di Las Vegas. Perkembangan tersebut merupakan hasil riset Nissan terhadap penggunaan teknologi decoding otak, yang bisa memprediksi tindakan pengemudi, dan mendeteksi ketidaknyamanan.

Dengan menangkap tanda-tanda bahwa otak pengemudi hendak memulai gerakan, seperti memutar kemudi atau mendorong pedal gas, teknologi bantuan pendorong memulai aksinya lebih cepat. Hal ini dapat memperbaiki waktu reaksi, dan meningkatkan pengarahan manual, serta untuk memperbaiki kendaraan otonom.

"Ketika kebanyakan orang berpikir tentang mengemudi otonom, mereka memiliki visi masa depan yang impersonal, di mana manusia menyerahkan kendali pada mesin. Namun teknologi B2V memang sebaliknya, dengan menggunakan sinyal dari otak mereka sendiri untuk membuat mengemudi semakin seru dan menyenangkan," kata Wakil Presiden eksekutif Daniele Schillaci, dilansir dari laman Daily Mail, Rabu (3/1).

"Melalui Nissan Intelligent Mobility, kami memindahkan orang ke dunia yang lebih baik dengan memberikan lebih banyak otonomi, lebih banyak elektrifikasi dan lebih banyak konektivitas," kata Schillaci menambahkan.

Selama percobaan, pengemudi mengenakan alat yang mengukur aktivitas gelombang otak, yang kemudian dianalisis dengan sistem otonom. Dengan mengantisipasi pergerakan yang diinginkan, sistem bisa mengambil tindakan, termasuk memutar kemudi atau memperlambat mobil, 0,2 sampai 0,5 detik lebih cepat dari pada pengemudi.

Adapun B2V merupakan pengembangan terbaru Nissan Intelligent Mobility, visi perusahaan untuk mengubah bagaimana mobil digerakkan, bertenaga dan terintegrasi ke dalam masyarakat. Selain itu juga membuat perjalanan jalan lebih aman, Nissan mengatakan mobil akan terus beradaptasi untuk membuat pengalaman berkendara semakin menyenangkan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA