Senin, 19 Zulqaidah 1440 / 22 Juli 2019

Senin, 19 Zulqaidah 1440 / 22 Juli 2019

Wapres Dorong Pengembangan Pusat Riset di Industri Otomotif

Kamis 27 Apr 2017 17:17 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Esthi Maharani

Pengunjung mengamati moIndonesia International Motor Show (IIMS) / Ilustrasi

Pengunjung mengamati moIndonesia International Motor Show (IIMS) / Ilustrasi

Foto: OldApp

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla mendorong industri otomotif di dalam negeri bisa mengembangkan pusat riset. Sehingga, industri otomotif Indonesia tidak hanya merakit saja namun juga dapat mengembangkan teknologi. Apalagi, saat ini konsumen tidak hanya menginginkan kualitas kendaraan yang terbaik namun juga low energy consumption, low cost, dan low carbon emission.

"Tantangan teknologi terus berkembang, karena kita harapkan juga di Indonesia bukan hanya merakit, tetapi juga mempunyai teknologinya kita kuasai," ujar Jusuf Kalla dalam sambutannya di pembukaan Indonesian International Motor Show (IIMS) di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (27/4).

Menurut Jusuf Kalla, pusat riset di industri otomotif ini sangat penting agar industri otomotif Indonesia bisa memenuhi standar yang ingin dikuasai. Terutama dalam penerapan standar emisi. Kini sejumlah negara sudah menerapkan standar emisi euro 4 sedangkan Indonesia masih berada di standar emisi euro 3 dan euro 2.  

Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah berupaya memperbaiki infrastruktur sehingga Indonesia bisa menjadi negara pengekspor kendaraan dan bisa bersaing dengan Thailand. Selain itu, pemerintah juga sedang membangun Pelabuhan Patimban yang tujuannya untuk memfasilitasi industri otomotif.

"Karena itu akan dibangun terminal mobil, bagaimana pemerintah mendukung, mendorong agar agar industri kita jauh lebih efisien," kata Jusuf Kalla.

Sementara itu, Komisaris Utama Dyandra Promosindo Lilik Oetama mengatakan, penjualan dalam ajang IIMS setiap tahun selalu meningkat. Pada 2015 lalu, pameran otomotif skala internasional ini mampu menyebut 350 ribu pengunjung dengan total transaksi sebesar Rp 1,6 triliun. Sedangkan, IIMS 2016 mampu menarik 450 ribu pengunjung dan mencatat total transaksi mencapai Rp 3 triliun.

Lilik menambahkan, pada 2017 ini IIMS menargetkan transaksi sebesar Rp 3,1 triliun dan meraih pengunjung mencapai 450 ribu orang. Penyelenggaraan IIMS ini dilakukan berdekatan dengan ramadan dan idul fitri. Menurut Lilik, biasanya dua momen tersebut dapat mendongkrak penjualan kendaraan bermotor sehingga dia optimistis target penjualan dapat tercapai.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA