Sunday, 13 Syawwal 1440 / 16 June 2019

Sunday, 13 Syawwal 1440 / 16 June 2019

Gaikindo Diminta Bantu Kendaraan Pedesaan Kemenperin

Rabu 08 Feb 2017 11:50 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Winda Destiana Putri

Kendaraan niaga

Kendaraan niaga

Foto: dyandra promosindo

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perindustrian saat ini tengah berusaha membangun prototipe kendaraan niaga multiguna, yang ditargetkan rampung pada Agustus 2017. Program kendaraan pedesaan ini membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo).

Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo mengatakan, yang ada di dalam pemikiran pemerintah bahwa bagaimana bisa membantu mobilisasi kendaraan, dan manusianya di pedesaan. Posisi Gaikindo, begitu mendukung, apapun yang menjadi keputusan pemerintah terutama dalam hal mobil desa.

"Pada saat itu yang dibicarakan dengan Gaikindo, diminta membantu dalam hal memberi informasi, ataupun dalam hal pengadaan, karena kami memiliki supply chain management ke supplier mana yang bisa dikontak untuk membantu pemerintah menjalankan program ini," kata Yohannes di Jakarta, Selasa (7/2).

Gaikindo sendiri akan mengadakan pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) pada Agustus mendatang. Namun, Yohannes tidak menyebutkan nantinya akan ada kehadiran kendaraan pedesaan di GIIAS 2017, Yohannes hanya mengatakan dukungan penuh Gaikindo pada program pemerintah tersebut.

Adapun kendaraan pedesaan merupakan wujud kemandirian industri nasional, karena 100 persen komponennya dari dalam negeri. Kendaraan ini juga diharapkan mendorong kegiatan ekonomi di pedesaan, termasuk bagi sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM).

Pembangunan mobil pedesaan ini dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat desa terhadap alat angkut. Kendaraan didesain dengan pergerakan four wheel drive, dan modelnya seperti pickup, roda empat, serta bagian belakangnya bisa berubah sesuai aktivitasnya, sehingga bisa membawa alat, atau hasil pertanian.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA