Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

BMW Tarik Produksinya di Jepang

Jumat 09 Sep 2016 20:17 WIB

Red: Hiru Muhammad

BMW

BMW

Foto: ap

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- BMW terpaksa melakukan penarikan atas 110 ribu unit kendaraan produknya di Jepang menyusul adanya masalah pada kantong udara kendaraan produknya. Langkah itu terpaksa dilakukan karena kantong udara produk Takata berpotensi menimbulkan cedera bagi penumpang dan pengemudi kendaraan.

Raksasa otomotif Jerman itu Jumat (9/9) telah menarik 44 model produknya termasuk model hatchback seri 116i dan 118i, serta sedan 320i yang diproduksi antara tahun 2004 dan 2012. Kendaraan tersebut ditarik dari peredaran guna diganti perangkat kantong udara bagian samping.  

Adanya cacat produksi atas kantong udara produksi Takata itu telah menyebabkan kematian hingga 14 orang dan melukai 150 orang lainnya di berbagai negara. Cacat produksi itu akibat adanya bahan berupa amonium nitrat yang digunakan pada kantong udara. Bahan itu berpotensi memicu terjadinya ledakan dalam kondisi udara tertentu dan memancarkan pecahan logam yang mencederai orang didekatnya. 

Sebelumnya kementerian transportasi Jepang telah memerintahkan penarikan atas 7 juta kendaraan di Jepang terkait cacat produksi kantong udara dari Takata. AS juga pernah melakukan hal yang sama dalam kasus ini.  

Sebelumnya Honda juga telah menarik 668 ribu unitnya di Jepang atas kasus yang sama awal tahun ini. Model yang ditarik dri peredaran adalah hatchback Honda Fit, sedan Civic dan Accord yang diproduksi antara tahun 2009 dan 2011. Jumlah total secara global produk Honda yang ditarik dari peredaran mencapai 51 juta unit terkait kantong udara. 

Honda juga akan menghentikan penggunaan kantong udara produk Takata untuk kendaraan model terbarunya. Sejumlah produsen otomotif dunia juga melakukan langkah yang sama dengan menarik produk mereka di pasaran. 

 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA