Monday, 19 Zulqaidah 1440 / 22 July 2019

Monday, 19 Zulqaidah 1440 / 22 July 2019

Belum Mau Hadirkan Jazz Hybrid, Ini Alasan Honda

Jumat 09 Sep 2016 18:26 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Winda Destiana Putri

Honda Jazz Hybrid. Ilustrasi

Honda Jazz Hybrid. Ilustrasi

Foto: Carscoops

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saat ini, PT Honda Prospect Motor (HPM) belum berencana untuk menambah mobil ramah lingkungan, selain CR-Z. Sementara untuk mobil Honda jazz hybrid di Jepang memang sudah ada, namun Marketing dan After Sales Service Director HPM, Jonfis Fandy mengaku, mobil tersebut belum bisa didatangkan.

Sebab, minat dari masyarakat sendiri yang lebih memilih kendaraan konvensional yang harganya lebih terjangkau.

"Konsumen memang gak bisa disalahkan, kalau dengan cc sekian harga lebih mahal, kenapa saya harus beli hybrid. Tapi, kalau misalnya ada bantuan dari berbagai pihak supaya pasar hybrid lebih kompetitif ya, bisa dijalankan. Bisa beralih, walaupun di Indonesia untuk mengubah kebiasaan, butuh waktu dan tenaga, tapi kalau tidak dimulai ya tidak akan terjadi," ujar Jonfis, Kamis (8/9).

HPM menyatakan, hingga sejauh ini penjualan mobil hybrid belum bisa memberikan kontribusi yang lebih banyak. Satu-satunya kendaraan hybrid yang ditawarkan Honda yakni CR-Z. Jonfis Fandy mengatakan, pasar mobil hybrid di tanah air masih sangat sedikit hasil penjualannya.

"Marketnya sih kecil, tidak sampai satu persen, di bawah itu lah, gak jauh. Tapi penggemar tetap ada, karena harganya lebih tinggi dibandingkan mobil biasa," kata dia.

Menurut Jonfis, peminat mobil hybrid masih sedikit, karena harga mobil yang lebih mahal dari jenis konvensional. Meskipun, dari segi teknologi lebih canggih, dan unggul dalam hal ramah lingkungan.

Penyebab mahalnya kendaraan hybrid selain dari segi teknologi tinggi, juga dikarenakan dukungan yang belum cukup dari pemerintah, dan komunitasnya di Indonesia. Padahal, pasar mobil di tanah air menjadi yang paling tertinggi di Asia Tenggaa saat ini, namun dari segi teknologi masih tertinggal.

Ia mengatakan, dengan teknologi yang belum berkembang, Indonesia juga menjadi salah satu negara penyumbang karbon dioksida (CO2) terbesar. Salah satu cara untuk mengurangi dari senyawa kimia tersebut adalah dengan menggunakan mobil hybrid.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA