Friday, 12 Rajab 1444 / 03 February 2023

Kapan Industri Otomotif Indonesia Salip Thailand?

Kamis 06 Feb 2014 00:18 WIB

Rep: Niken Paramita Wulandari/ Red: Yudha Manggala P Putra

Sejumlah pekerja melakukan pengecekan tahap akhir mobil The All New Vios & Limo produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Pabrik Krawang 2, Kawasan Industri Karawang Internasional City, Jawa Barat, Rabu (18/12).

Sejumlah pekerja melakukan pengecekan tahap akhir mobil The All New Vios & Limo produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Pabrik Krawang 2, Kawasan Industri Karawang Internasional City, Jawa Barat, Rabu (18/12).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia akan segera menyusul Thailand sebagai basis industri otomotif di Asia. Dengan kapasitas produksi dan penjulannya saat ini, Thailand masih menduduki peringkat pertama dibandingkan Indonesia, Malaysia, Filipina, Vietnam dan Singapura.

Keyakinan ini, menurut Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie D Sugiarto karena, catatan penjualan otomotif Indonesia-Thailand tidak terlampau jauh. Tahun 2013 bahkan Thailand mengalami penurunan 5 persen sedangkan Indonesia tumbuh 10 persen.

"Thailand setahun bisa memproduksi 2,3 juta kendaraan. 1,3 di antaranya terserap untuk pasar lokal dan sisanya untuk ekspor," kata di Jakarta, Rabu (5/2). Sedangkan Indonesia mempunyai kapasitas produksi sebesar 1,3 juta unit dengan total penjualan sekitar 1,2 juta.

Jika dibandingkan dengan negara lainnya di Asia, rasio kepemilikan mobil di Indonesia masih terbilang kecil. Di Indonesia per seribu orang ada 77 kendaraan, sedangkan di Thailand per seribu orang ada 165 kendaraan dan Malaysia per seribu orang ada 334 kendaraan.  Potensi ini yang menurut Jongkie menjadi peluang yang besar bagi pertumbuhan industri otomotif Indonesia.

Lalu kapan Indonesia bisa menyusul Thailand? "Tergantung pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujar Jongkie.

Lembaga riset Forst & Sullivan memperkirakan Indonesia mungkin bisa menyamai Thailand di tahun 2018 mendatang. Tapi Jongkie justru memprediksi akan lebih cepat dari tahun 2018.

"Meski Thailand mengalami penurunan (di tahun 2013), Thailand masih menjadi nomor satu di Asia. Karena Thailand juga punya program eco car," ujar Vice Presiden Automotive & Transportation Practice - Asia Pasifik Forst & Sullivan, Vivek Vaidya.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA