Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

DPR Minta Aparat Tindak Tegas Pengusaha Pengoplos Beras

Sabtu 22 Jul 2017 18:09 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Hazliansyah .

Polisi menyegel gudang penyimpanan beras yang dipalsukan kandungan karbohidratnya dari berbagai merk di gudang beras PT Indo Beras Unggul, di kawasan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (20/7) malam.

Polisi menyegel gudang penyimpanan beras yang dipalsukan kandungan karbohidratnya dari berbagai merk di gudang beras PT Indo Beras Unggul, di kawasan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (20/7) malam.

Foto: Antara/Risky Andrianto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Komisi VI DPR Teguh Juwarno mendukung jajaran kepolisian dan Satuan Tugas Pangan menindak pihak yang diduga melakukan oplosan dan penimbunan beras di Bekasi. Dalam penggerebekan itu diketahui praktik mengoplos beras subsidi dalam kemasan beras premium.

"Langkah ini diharapkan memberi efek jera sehingga tidak ada lagi pihak-pihak spekulan yang berani mempermainkan bahan kebutuhan pokok khususnya beras untuk mengambil keuntungan yang berlebih," ujar Teguh saat dihubungi wartawan pada Sabtu (22/7).

Menurutnya, adanya kebocoran distribusi beras dan dugaan oplosan kini menjadi pertanyaan serius di Komisi VI. Bahwa memang pengawasan proses distribusi beras selama ini masih longgar.

Ia pun menduga hal ini pun menjadi salah satu penyebab melonjaknya harga kebutuhan pokok jelang hari hari besar.

"Salah satu indikatornya di masa lalu harga kebutuhan pokok selalu berfluktuasi dan melonjak jelang hari-hari raya/tahun baru. Tapi baru lebaran tahun ini harga pokok relatif terkendali, salah satunya karena koordinasi antar kementerian dan satgas pangan mulai berjalan dengan baik," ujar Teguh.

Karenanya, peristiwa ini sekaligus menjadi tantangan berat bagi aparat penegak hukum untuk membongkar praktik serupa lainnya yang mungkin sudah berlangsung lama. Ia pun meminta agar penegak hukum dan jajaran pihak terkait terus konsisten menangani persoalan tersebut agar tidak terulang di masa mendatang.

"Kuncinya di komitmen penegakan hukum yang konsisten," ujarnya.

Hal sama diungkapkan Wakil Ketua Komisi IV DPR Daniel Johan yang meminta polisi tidak segan menindak para pelaku curang tersebut. Hal ini karena perbuatan pengusaha tersebut jelas-jelas merugikan masyarakat dan juga para petani.

"Iya pastikan kebenaran hal itu, bila benar perlu ditindak secara tegas," ujar Daniel.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA