Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Mandiri Capital Pimpin Pendanaan Investasi Startup Digital Cashlez

Rabu 12 Jul 2017 14:52 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Nidia Zuraya

Startup. Ilustrasi

Startup. Ilustrasi

Foto: expertbeacon.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mandiri Capital Indonesia (MCI) memimpin pendanaan untuk investasi startup fintech dalam bidang Solusi Pembayaran (Digital Payment Solution) terkemuka di Indonesia yaitu Cashlezdengan nilai total kisaran 2 juta dolar atau Rp 26 miliar (kurs Rp 13 ribu).

Cashlez merupakan sebuah perusahaan teknologi pembayaran yang menciptakan sistem mPOS (mobile point of sale). Cashlez, startup yang didirikan pada tahun 2015 menawarkan sebuah konsep penerimaan pembayaran menggunaakan kartu, baik kartu kredit atau kartu debit berbasis aplikasi pada smartphone (Android and iOS) yang dihubungkan dengan card reader (dongle) melalui bluetooth.

Sistem ini dapat memonitorsemua transaksi penjualan bisnis merchantsecarareal time. Direktur Utama MCI Eddi Danusaputro mengungkapkan, pihaknya memimpin pendanaan sekitar 50 persen dari dana yang dibutuhkan oleh Cashlezz. "Kurang lebih mendekati sekitar 50 persen, jadi di bawah 1 juta dolar AS," ungkap Eddi di Mandiri Inkubator Bisnis, Jakarta, Rabu (12/7).

Eddi menuturkan, melalui Cashlez UMKM mendapatkan kesempatan untuk memanfaatkan solusi pembayaran digital yang lebih terjangkau dan inovatif. Produk yang ditawarkan oleh Cashlez diharapkan dapat membantu Bank Mandiri untuk meningkatkan efisiensi Bank dengan memberikan solusi penerimaan pembayaran dengan menggunakan kartu untuk customer B2B dan B2C.

"mPOS milik Cashlez secarateknis memiliki kualitas baik dengan response time yang cepat dan telah memiliki sertifikatPCI DSS compliant sebagai sertifikasikeamanan (security) yang dibutuhkan Visa atau Mastercard," jelas Eddi.

CEO dan Co-Founder Cashlez Teddy Setiawan menambahkan, berdasarkan laporan KPMG (2017) 36 persen dari masyarakat Indonesia telah memiliki akun bank, namun hanya 10 persen yang melakukan adopsi untuk menggunakan transaksi non-tunai. "Di sini peran kami hadir untuk mengedukasi serta sebagai solusi gunameningkatkan transaksi non-tunai sehingga dapat meningkatanpendapatan, terutama UMKM di Indonesia," kata Teddy.

Cashlez akan berkontribusi dalam mendorong akselerasi pertumbuhan merchant untuk dapat menerima semua alat pembayaran menggunakan kartu. Hal ini sejalan dengan rencana Bank Indonesia untuk mewujudkan national payment gateway yang akan dimulai di bulan Oktober.

Pendanaan dari MCI dan investor lainnya, lanjut Teddy, akan digunakan untuk membeli sebanyak 4000 reader mPOS untuk memperluas jaringan. Selain itu dana tersebut juga akan digunakan untuk digital marketing.

Ke depannya reader Cashlez juga dapat menerima pembayaran menggunakan e-money. "Akan segera direalisasikan pada Agustus," kata Teddy.

Berdiri sejak 2015 dan resmi beroperasi September 2016, pihaknya telah memiliki kurang lebih 1000 merchant yang telah bergabung. Sebanyak 61 persen mayoritas pengguna Cashlez datang dari retail dan travel tourism.Selain mendapatkan pendanaan serta bersinergi dengan Mandiri Capital, pihaknya juga berkolaborasi dengan Moka POS, yang juga merupakan andil Mandiri dalam mengintegrasikan semua lini bisnis yang dinaungi oleh Mandiri.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA