Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

Singgah di Terminal Salatiga, Menhub Sarankan Adanya BRT

Sabtu 01 Jul 2017 05:40 WIB

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Teguh Firmansyah

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Condro Kirono berdiskusi dengan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi (tengah) saat meninjau pos pengamanan midil di exit tol Tingkir, Kota Salatiga, Kamis (29/6).

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Condro Kirono berdiskusi dengan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi (tengah) saat meninjau pos pengamanan midil di exit tol Tingkir, Kota Salatiga, Kamis (29/6).

Foto: Bowo pribadi

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Usai meninjau posko Lebaran di Gerbang Tol Salatiga, Kamis (29/6) Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi singgah di Terminal Bus Tipe A Bawen. Di sana, Budi meminta agar disediakan Bus Rapid Transit (BRT) yang melayani rute terminal-stasiun kereta api-pelabuhan.

Menurut dia, ini adalah solusi dari kurangnya angkutan umum plat kuning di Kota Semarang khususnya di titik-titik strategis.

"Dari Semarang menuju ke daerah selatan dan sekitarnya harus ada BRT, tadi saya pesan agar dibuat lintasan-lintasan dari terminal ke stasiun kereta api dan pelabuhan karena selama ini pemudik dari Kalimantan, dari Jakarta begitu sampai Pelabuhan Tanjung Emas tidak dapat plat kuning, dapatnya plat hitam, mahal," kata Budi melalui keterangan yang diterima Republika.co.id, Sabtu (1/7).

Dengan adanya BRT, Budi berharap konsep antarmoda dapat berjalan. Menhub menyebut pada 7 Juli 2017 nanti akan ada peresmian pengoperasian BRT di Semarang yang akan menyediakan 18 armada bus.

Selain itu Budi mengingatkan agar pemudik dengan kendaraan pribadi tidak berhenti terlalu lama di rest area dikarenakan dapat memicu kemacetan pada ruas jalan. Dia memprediksi akan masih banyak pemudik untuk memilih jalur tol. Untuk menghindarinya, dia menganjurkan pemudik agar melalui jalur Pantura.

"Masih banyak pemudik akan lewat jalan tol, jalur pantura memang saya anjurkan, kalau jalur pantura sendiri saya mengapresiasi kesiapan luar biasa pihak Kepolisian," imbuh dia.

Jalur Pantura, kata dia, telah dipersiapkan  mendukung kelancaran angkutan Lebaran. Hal ini terlihat dari hal-hal yang telah dipersiapkan sebelumnya seperti ditiadakannya pasar tumpah oleh Gubernur, tersedianya paket BBM dalam kemasan, termasuk kesiapsiagaan petugas Kepolisian dan unsur terkait lainnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA