Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Pemkab Gunung Kidul Raup Rp 2,102 Miliar Selama Libur Lebaran

Jumat 30 Jun 2017 06:28 WIB

Red: Nidia Zuraya

Wisatawan mendatangi Desa Wisata Bleberan di Gunungkidul, Jawa Tengah

Wisatawan mendatangi Desa Wisata Bleberan di Gunungkidul, Jawa Tengah

Foto: Kemenpar

REPUBLIKA.CO.ID, GUNUNG KIDUL -- Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencapai Rp 2,102 miliar dari target Rp 2 miliar pada hari kelima Lebaran 2017.

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunung Kidul Hary Sukmono di Gunung Kidul, mengatakan target kunjungan wisata saat libur lebaran sudah tercapai, karena sampai hari ini total pengunjung mencapai 262.497 orang dengan pendapatan Rp 2.102.291.800.

"Jumlah pengunjung jauh melibihi target yakni 250 rbu wisatawan, begitu juga melebihi target pendapatan asli daerah (PAD)," kata Hary, Kamis (29/6).

Ia mengatakan hari ini jumlah pngunjung 70.360 pendapatan Rp 571.482.100. Pada hari pertama sebanyak 8.415 wisatawan berkunjung ke Gunung Kidul dengan PAD sebesar Rp 64.752.300. Jumlah ini naik berlipat-lipat di H+2, dengan jumlah kunjungan 39.554 wisatawan kontribusi PAD sebesar Rp 305.614.000.

Kemudian, pada H+3 sebanyak 63.585 pengunjung dengan PAD Rp 515.860.500, H+4 sebanyak 74.525 pengunjung dengan jumlah PAD Rp 607.101.200.

"Puncak kunjungan kami perkirakan kemarin, sampai saat ini total sudah 262.497 pengunjung," katannya.

Ia mengatakan pengunjung dipastikan akan meningkat karena libur lebaran masih akan terjadi hingga Ahad (2/7) mendatang. Objek wisata primadona di Gunung Kidul masih tetap didominasi kawasan pantai, meski sejumlah objek wisata baru mulai bermunculan.

"Kunjungan paling banyak di kawasan pantai dengan persentase 80-an persen, sisanya beragam," katanya.

Hary memastikan jumlah kunjungan ke Gunung Kidul jauh lebih banyak, karena yang dihitung merupakan lokasi yang sudah dikelola pemkab melalui retribusi. "Masih banyak, destinasi yang dikelola langsung masyarakat," katanya.





sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA