Monday, 4 Jumadil Awwal 1444 / 28 November 2022

Ramadhan tak Buat Omzet UMKM Kuliner Melesat, Mengapa?

Rabu 28 Jun 2017 16:26 WIB

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Nur Aini

Penjual aneka kolak dan minuman melayani pembeli  lokasi penjualan aneka kuliner di depan Masjid Pusdai, Jl Pusdai, Kota Bandung, Senin (29/5).

Penjual aneka kolak dan minuman melayani pembeli lokasi penjualan aneka kuliner di depan Masjid Pusdai, Jl Pusdai, Kota Bandung, Senin (29/5).

Foto: Republika/Edi Yusuf

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ramadhan tahun ini dinilai tidak berpengaruh signifikan terhadap omzet para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Tanah Air. Sebab, omzet yang didapat relatif stabil dibanding Ramadhan tahun sebelumnya.

"Sektor makanan atau kuliner masih stabil," ujar Ketua Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Ikhsan Ingratubun saat dihubungi Republika.co.id, Rabu (28/6).

Sayangnya, peningkatan omzet juga tidak terjadi pada sektor di luar kuliner tersebut. Bahkan, diakui Ikhsan, para pelaku UMKM pada sektor di luar kuliner mengalami penurunan omzet dari tahun lalu. "Karena daya beli masyarakat juga menurun," ujarnya.

Menurunnya, daya beli masyarakat terjadi karena beberapa faktor. Salah satunya, Ramadhan yang bertepatan dengan tahun ajaran baru sekolah. Hal tersebut membuat para orang tua memilih berhemat karena adanya pengeluaran lain untuk biaya pendidikan.

Meski demikian, Ikhsan yang juga merupakan pemilik rumah makan khas Makassar 'Daeng Naba' mengakui tidak semua usaha kuliner memiliki omzet stagnan. Sebab, usaha kuliner miliknya pada Ramadhan ini mengalami kenaikan omzet. "Ada kenaikan 20 persen," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA