Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

'Merdekakan Palestina!' Saat Radiohead Pentas di Glastonbury

Ahad 25 Jun 2017 03:22 WIB

Red: Andri Saubani

Vokalis Radiohead, Thom Yorke di festival Glastonbury, Inggris, Jumat (23/6).

Vokalis Radiohead, Thom Yorke di festival Glastonbury, Inggris, Jumat (23/6).

Foto: EPA/Nigel Roddis

REPUBLIKA.CO.ID, SOMERSET -- Konser Radiohead di festival Glastonbury, Inggris, Jumat (23/6) malam diwarnai seruan 'Merdekakan Palestina!' dari sebagian penonton. Para pemrotes juga terlihat mengibarkan bendera Palestina di depan panggung Pyramyd saat Radiohead pentas. Menurut laporan Jewish News dilansir Independent, Sabtu (24/6), pengunjuk rasa juga mementangkan spanduk bertuliskan, "Israel adalah sebuah negara apartheid. Radiohead, jangan pentas di sana."

Protes tersebut seiiring dengan jadwal konser Radiohead di Tel Aviv pada 19 Juli mendatang. Sebagian kritikus telah meminta Radiohead membatalkan konser itu sebagai bagian dari boikot dunia musik internasional hingga Palestina memperoleh kembali 'hak mereka untuk kembali' dan Israel menghancurkan tembok pembatas di Tepi Barat.

Seniman kelas atas di dunia termasuk, sutradara Ken Loach, aktor Maxine Peake dan Juliet Stephenson, hingga mantan anggota Pink Floyd, Roger Waters, telah menandatangani petisi yang meminta Radiohead membatalkan konser di Tel Aviv. Merujuk petisi itu, vokalis Radiohead, Thom Yorke kepada Rolling Stone belum lama ini menilai, kontroversi itu sangat mengecewakannya. Yorke menegaskan, dia adalah bagian dari beberapa figur yang tidak setuju dengan adanya sanksi lewat gerakan kebudayaan seperti J.K Rowling, Noam Chomsky, dan lainnya.

"Itu sangat tidak hormat untuk menilai kami kekurangan informasi atau kami adalah idiot yang tidak bisa mengambil keputusan atas diri kami sendiri," kata Yorke. Menurut Yorke, kontroversi itu juga sangat membuat kecewa gitaris, Jonny Greenwood, yang memiliki teman asal Palestina pun Israel dan seorang istri berasal keturunan Arab-Yahudi. "Semua orang ini, mengibarkan bedera melemparkan sesuatu kepada kami sambil bilang, 'Kalian tidak mengerti tentang itu!' Bayangkan betapa menyakitkannya buar Jonny," kata Yorke.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA