Haneda dan PUAN Gelar Buka Puasa di Lima Titik

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

 Rabu 14 Jun 2017 21:54 WIB

Ketua MPR Zulkifli Hasan dan Dewan Pimpinan Pusat Perempuan Amanat Nasional (DPP PUAN) dalam acara memasak dan bagi-bagi takjil Foto: Haneda Ketua MPR Zulkifli Hasan dan Dewan Pimpinan Pusat Perempuan Amanat Nasional (DPP PUAN) dalam acara memasak dan bagi-bagi takjil

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dewan Pimpinan Pusat Perempuan Amanat Nasional (DPP PUAN) menggelar acara berbagi 500 paket takjil dan menu berbuka puasa di beberapa posko Dapur Iftar PUAN dan Haneda di beberapa wilayah Jakarta pada Rabu (14/6). Lima titik kegiatan dilaksanakan di RW 12 Kelurahan Cipinang Besar Utara, Lampu Merah Pramuka-Pemuda, Lampu Merah Kawasan Industri Pulo Gadung, Lampu Merah Kawasan Otista Cawang dan Lampu Merah Lapangan Golf rawamangun.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian PUAN dan Haneda, terhadap sesama anak bangsa, terutama umat Muslim yang tengah menjalani ibadah puasa Ramadhan. Acara Dapur Iftar yang digagas oleh Haneda bekerja sama dengan DPP PUAN tersebut dihadiri chef Asti. Di Dapur Iftar Haneda, juga ada kegiatan live cooking show untuk beberapa menu berbuka puasa.

Pengagas Dapur Iftar sekaligus CEO Haneda, Futri Zulya Savitri menjelaskan, Dapur Iftar PUAN dan Haneda merupakan salah satu bentuk kegiatan mendekatkan diri dengan sesama manusia. Diharapkan, kegiatan tersebut memberikan manfaat yang positif bagi sesama Muslim. “Jangan kita sia-siakan momentum Ramadhan ini untuk menabur kebaikan dan amal shaleh sekaligus melebarkan sayap PUAN,” ujarnya berdasarkan rilis yang diterima republika.co.id.

Sementara itu Ketua MPR Zulkifli Hasan mengingatkan, ibadah puasa bukan hanya sekadar menahan haus dan lapar. Tetapi, tujuan puasa lebih dari itu, yaitu juga menahan nafsu. Karena itu, ia mengimbau umat Muslim menjalankan praktik puasa yang berkualitas, termasuk menghindari tindakan tercela selama menjalani bulan Ramadhan.

Makna puasa lainnya, menurut Zulkifli, adalah menimbulkan kepekaan sosial. Untuk itu, pada bulan Ramadan harus menjadi momentum mengingat penderitaan mereka yang secara finansial belum beruntung. "Saya ingin Ramadan kali ini dapat menciptakan kesalehan sosial bagi yang menjalankannya. Agar kita merasakan bagaimana rakyat kita masih banyak yang miskin," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Play Podcast X