Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Ladies, Mari Lakukan Pemeriksaan Dini Kanker Serviks

Selasa 13 Jun 2017 15:49 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

 vaksin kanker serviks

vaksin kanker serviks

Foto: EPA / MICK TSIKAS

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kanker serviks (kanker leher rahim) merupakan salah satu penyakit kanker yang menakutkan bagi para perempuan. Jumlah angka kematian karena kanker serviks  masih tinggi. Di dunia setiap dua menit seorang perempuan meninggal karena kanker servik. Di Indonesia terdapat lebih dari 15.000 kasus kanker servik baru dan kurang lebih 8.000 kematian per tahun.

Direktur RS Sari Asih Serang dr Yahmin Setiawan, MARS mengatakan kanker serviks adalah salah satu jenis kanker yang paling dapat dicegah dan paling dapat disembuhkan dari semua kasus kanker. Kanker serviks sebagian besar disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui hubungan seksual yaitu Human Papilloma Virus (HPV).

Mengenal Kanker Serviks yang Merenggut Nyawa Julia Perez

HPV adalah nama yang diberikan untuk keluarga virus. Berbagai jenis HPV ada yang digolongkan sebagai faktor risiko tinggi menyebabkan kanker serviks (HPV tipe 16 dan 18) dan ada yang  berisiko rendah (HPV tipe 6 dan 11), yang dapat menyebabkan kutil atau verrucas. Infeksi HPV pada perempuan bisa menyebabkan pertumbuhan sel pada serviks yang abnormal dan pada sebagian perempuan, gangguan tersebut kemudian dapat berkembang menjadi kanker serviks.

"Kanker serviks dapat dikenali pada tahap pra kanker, yaitu dengan cara mencegah dengan imunisasi kanker serviks maupun dengan melakukan pemeriksaan dini, artinya melakukan pemeriksaan tanpa menunggu keluhan yang muncul," kata dia.

Beberapa pemeriksaan dini  untuk kanker serviks yang telah dikenal, yaitu IVA (Inpeksi Visual Dengan Asam Asetat) dan PAP SMEAR. Menjalani tes kanker atau pra-kanker dianjurkan bagi semua perempuan berusia 30 dan 45 tahun. Kanker serviks  menempati angka tertinggi diantara wanita berusia antara 40 dan 50 tahun, sehingga tes harus dilakukan pada usia dimana lesi pra-kanker lebih mungkin terdeteksi, biasanya 10 sampai 20 tahun lebih awal.

Sejumlah faktor resiko yang berhubungan dengan perkembangan kanker serviks. Diantaranya, usia muda saat pertama kali melakukan hubungan seksual (kurang dari 20 tahun), memiliki banyak pasangan seksual (wanita atau pasangannya), riwayat pernah mengalami IMS (Infeksi Menular Seksual), seperti chlamydia atau gonorrhea, dan khususnya HIV/AIDS. Ibu atau saudara perempuan yang memiliki kanker leher rahim serta merokok juga menambah faktor risiko terkena kanker serviks.

"Selain itu, ibu yang mengalami masalah penurunan kekebalan tubuh misalnya HIV/AIDS atau mengunakan costicosteroid secara kronis (pengobatan asma atau lupus) berisiko lebih tinggi terjadinya kanker leher rahim jika mereka memiliki HPV," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA