Friday, 27 Zulhijjah 1442 / 06 August 2021

Friday, 27 Zulhijjah 1442 / 06 August 2021

Dedi Mulyadi Ingin Cikopo Steril Dari PKL dan Gepeng

Ahad 04 Jun 2017 22:23 WIB

Rep: Ita Nina Winarsih/ Red: Andi Nur Aminah

Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi

Foto: Yogi Ardhi/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, PURWAKARTA -- Pemkab Purwakarta, gencar menertibkan pedagang kaki lima (PKL) di seputaran perempatan Cikopo, Kecamatan Bungursari. Pasalnya, selama bulan puasa ini, para PKL tersebut menjamur. Akibatnya, arus kendaraan dari arah Purwakarta menuju Pantura atau dalam tol menjadi tersendat.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, mengatakan, selama bulan puasa ini pihaknya gencar melakukan razia gelandangan dan pengemis serta menertibkan PKL yang menganggu lancarnya lalu lintas. Terutama, di titik-titik krusial. Salah satunya, perempatan Cikopo. "Perempatan Cikopo itu jalur merah, seharusnya tidak ada PKL," ujar Dedi, kepada Republika.co.id, Ahad (4/6).

Akan tetapi, sejak awal puasa para pedagang musiman itu banyak menjamur. Mayoritas mereka mendagangkan, minuman ringan. Seperti, kopi dan es sirop. Dengan kondisi itu, maka para pedagang itu mendapat sanksi tegas. Yakni, ditertibkan oleh petugas Sat Pol PP.

Menurut Dedi, pihaknya tidak melarang warga untuk berjualan. Akan tetapi, berdagangnya harus di tempatnya. Kalau perempatan Cikopo itu, bukan area untuk berjualan. Apalagi, sampai ada tenda-tenda para PKL. Jelas itu di larang. Sebab, kawasan itu wilayah zona merah PKL.

Kalau tidak ditertibkan, lanjut Dedi, arus lalu lintas jadi tersendat. Selain itu, berjualan di zona merah juga membahayakan bagi para pedagang tersebut. Apalagi, Cikopo akan jadi keran utama arus lalu lintas saat arus mudik nanti. "Kawasan ini harus steril dari PKL dan gepeng," ujarnya.

Sementara itu, Kasie Dal Ops Sat Pol PP Kabupaten Purwakarta, Teguh Djuarsa, mengaku, pihaknya akan terus mengawasi keberadaan para PKL dan gepeng. Terutama, di titik-titik krusial. Seperti, perempatan Cikopo dan perempatan Sadang. "Kita juga terima laporan dari masyarakat, bila ada PKL yang menganggu ketertiban dan gepeng yang meresahkan," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA