Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

John Travolta Sumbangkan Pesawat ke Museum Australia

Senin 29 May 2017 18:06 WIB

Rep: desy susilawati/ Red: Esthi Maharani

John Travolta

John Travolta

Foto: Reuters

REPUBLIKA.CO.ID, Bintang Hollywood John Travolta telah menyumbangkan pesawat Boeing 707-nya yang sangat dicintainya ke sebuah museum penerbangan Australia. Bahkan ia menjadi bagian dari Kru yang mengantarkan pesawat vintage. Dibuat untuk Qantas Airways pada tahun 1964, the Saturday Night Fever heartthrob dan pilot yang berkualitas memperoleh jet tersebut saat maskapai nasional Australia mengundurkan diri lebih dari 30 tahun kemudian.

"Ini memberi saya kesenangan untuk membuat pengumuman sejarah yang menarik ini bahwa pesawat Boeing 707 tercinta saya telah disumbangkan ke Historical Aircraft Restoration Society (HARS)," ujar Travolta, seorang duta besar Qantas sejak tahun 2002, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Seperti dilansir dari laman Malay Mail Online, Senin (29/5), organisasi pelestarian pesawat terbang Australia HARS akan membantu mengembalikan pesawat sehingga bisa melakukan perjalanan dari Amerika Serikat ke basis mereka sekitar 145 kilometer dari Sydney.

Sebuah tanggal untuk penerbangan belum ditetapkan, namun sang aktor mengatakan bahwa dia berencana untuk melakukannya.

"Pesawat saat ini membutuhkan banyak pekerjaan untuk dikembalikan ke keadaan terbang yang aman dan setelah melihat secara langsung dedikasi dan semangat orang-orang di HARS, saya tidak ragu lagi bahwa pesawat yang indah dan historis ini akan terbang kembali," kata Travolta.

"Saya berharap bisa menjadi bagian dari kru untuk menerbangkan pesawat terbang ke Australia."

Presiden HARS Bob De La Hunty mengatakan gagasan tersebut pertama kali mencuat saat bertemu Travolta pada tahun 2009 dan pasangan tersebut menerbangkan pesawat Super Constellation Qantas 1955 di sepanjang pantai timur Australia.

"Kami saling menghormati pesawat terbang lama dan terbang dan pada tahap itu kami ingin mengatakan kepadanya bahwa jika dia ingin berpisah dengan Boeing 707-nya, kami akan sangat tertarik dengan hal itu," kata De La Hunty kepada penyiar ABC.

"Ketika kami mendengar awal tahun ini bahwa dia melihat kemungkinan tidak melanjutkan Boeing 707-nya, kami menghubungi. Dia melompat pada gagasan itu dan karena itu kami telah melakukan diskusi dan negosiasi yang terperinci. "

Pesawat penumpang Boeing 707 didominasi pada tahun 1960an, membantu mengantarkan era perjalanan jarak jauh yang sebelumnya telah didominasi oleh kereta api dan laut.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA