Sunday, 3 Jumadil Awwal 1444 / 27 November 2022

Gubernur Bali: Cinta Pancasila Jangan Hanya Slogan

Ahad 21 May 2017 22:54 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Gubernur Bali Made Mangku Pastika

Gubernur Bali Made Mangku Pastika

Foto: Republika

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengingatkan masyarakat di Pulau Dewata agar rasa kecintaan terhadap nilai-nilai Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak sebatas slogan.

"Percuma kalau kecintaan terhadap Pancasila dan NKRI hanya menjadi slogan dan wacana. Mari kita tanya pada diri sendiri, apa kita sudah berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila," kata Pastika saat berorasi pada Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS) di Denpasar, Ahad.

Menurut dia, kecintaan itu hendaknya diaktualisasikan dalam tindakan nyata. Misalnya, perilaku dalam keseharian yang mencerminkan nilai Pancasila, mulai dari Sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Dengan begitu setiap individu hendaknya berprinsip bahwa Tuhan dari berbagai umat dengan latar belakang agama yang berbeda-beda adalah satu.

Selanjutnya, Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab harus diaktualisasikan melalui sikap memanusiakan sesama. Sila kedua, antara lain bisa ditunjukkan dengan semangat peduli dan berbagi.

Menurut dia, program Bali Mandara yang 100 persen prorakyat miskin merupakan bukti nyata aktualisasi nilai Pancasila. Pelaksanaan program Bali Mandara mengarah pada peningkatan kesejahteraan masyarakat kurang mampu agar kesenjangan dengan yang kaya tidak makin lebar.

Melalui berbagai upaya tersebut, dia berharap Bali dapat memberi vibrasi positif bagi gerakan memperkuat nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan memperkukuh keberadaan NKRI.

Di sisi lain, Pastika menginformasikan bahwa hingga saat ini Bali tetap dalam kondisi yang aman dan kondusif. Namun, dia mengingatkan bahwa keamanan dan ketertiban bukanlah sesuatu yang serta-merta terjadi atau jatuh dari langit. "Keamanan dan ketertiban itu harus diupayakan secara terus-menerus," katanya.

Ia mencontohkan kondisi lingkungan di seputaran Lapangan Puputan Margarana, Denpasar. Orang nomor satu di Bali ini menuturkan bahwa dirinya banyak mendapat protes karena bersikap tegas menegakkan aturan, seperti larangan membawa hewan peliharaan dan berjualan di areal lapangan. Namun, kini ketegasannya itu membuahkan hasil dan masyarakat dapat menggunakan lapangan dengan lebih nyaman.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA