Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

Bush, Amerika, dan Kelahiran Gerakan Minahasa Merdeka

Rabu 17 May 2017 05:05 WIB

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Teguh Firmansyah

Ancaman Minahasa Merdeka di salah satu surat kabar lokal.

Ancaman Minahasa Merdeka di salah satu surat kabar lokal.

Foto: Youtube

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Sekelompok orang mengancam akan mendirikan negara Minahasa di Provinsi Sulawesi Utara. Ancaman merdeka disampaikan menyusul kecewakan terhadap putusan hakim yang memenjarakan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Bahkan, ada beberapa di antaranya yang mengibarkan bendera Minahasa Raya. Berkembangnya isu Minahasa Merdeka ini pun menjadi viral di media sosial dan media massa.

Namun perlu diingat deklarasi Minahasa Merdeka ini bukan pertama kali terjadi. Pada September 2006 lalu, sekelompok orang di Minahasa juga mendeklarasikan gerakan  kemerdekaan tersebut. 

"Dolfie Maringka pada 25 September 2006 mendeklarasikan pendirian Gerakan Minahasa Merdeka sebagai respons atas eksekusi tiga warga Kristen yang terbukti terlibat dalam pembunuhan di Sulawesi Tengah," tulis Sven Kosel dalam artikelnya yang dimuat di buku "Christianity in Indonesia Perspectives of Power" dan mengutip laman Sulutlink.

Deklarasi Gerakan tersebut dilakukan sekitar dua bulan jelang kehadiran Presiden AS George W. Bush. Pada November 2006. George W Bush yang datang ke Indonesia menjadi topik hangat di nusantara, saat berkunjung le Minahasa, kedatangan presiden AS itu langsung mendapatkan banyak kritik dan empati. Berbagai aksi baik dukungan dan penolakan dari kelompok seperti FPI, Hizbut Tahrir dan lainnya.

Saat itu, kedatangan Bush  tak hanya diributkan soal demo-demo tandingan. Namun kekuatan-kekuatan supranatural, seperti Ki Gendeng Pamungkas yang getol menyantet untuk mencelakai Presiden Amerika, menjadi topik hangat menjelang kedatangan pemimpin dunia itu.

Baca juga, Deklarasi Minahasa Merdeka, Tito: Kita akan Persuasif Dulu.

Menariknya, pada hari hampir bersamaan dengan Ki Gendeng Pamungkas mulai menyantet Bush, ternyata pasukan adat Tanah Minahasa yang getol dikenal Brigade Manguni (BM), telah lebih dulu membentengi Presiden Amerika itu dari pengaruh-pengaruh kekuatan jahat.

Upacara adat untuk menangkal kekuatan-kekuatan magis dan jahat itu, ternyata digelar sebanyak dua kali di hari "H" kedatangan George W Bush ke Indonesia. Bisa dibilang hal tersebut merupakan sambutan dan perlindungan yang diberikan pemuka adat.

Berbagai tulisan poster seperti "Welcome Mr Bush" , "God Be With You" dan "I love you Bush, Welcome to Manado, Jerrusalem in Indonesia" dibentangkan saat kedatangan George W Bush. Dolfie Maringka yang merupakan pendiri gerakan Minahasa Merdeka diketahui merupakan salah satu penggerak utama kampanye pendukung Bush.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA