Tuesday, 1 Rabiul Awwal 1444 / 27 September 2022

1.256 Personel Amankan Perayaan Waisak di Borobudur

Sabtu 06 May 2017 18:15 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Waisak

Waisak

Foto: Indonesiatravel

REPUBLIKA.CO.ID, BOROBUDUR, JATENG -- Sebanyak 1.256 personel telah disiapkan untuk pengamanan rangkaian perayaan Waisak 2017 yang dipusatkan di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, kata Kepala Polda Jateng Irjen Pol Condro Kirono.

"Hari ini (6/5) dimulai dengan bakti kesehatan, aksi sosial pengobatan gratis. Kita sangat mengapresiasi kegiatan Walubi ini," katanya usai pembukaan Bakti Sosial Pengobatan Gratis dalam rangkaian perayaan Waisak 2017 di Taman Lumbini Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Sabtu (6/5).

Ia mengatakan pengamanan seluruh rangkaian perayaan Waisak berlangsung hingga puncak kegiatan keagamaan itu pada 11 Mei 2017. Kegiatan pengamanan, ujarnya, tidak hanya di Borobudur, Kabupaten Magelang dan sekitarnya.

Akan tetapi, katanya, juga di Umbul Jumprit, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, di kawasan Gunung Sindoro, sebagai tempat prosesi pengambilan air suci Waisak oleh umat dan para biksu.

Selain itu, di sumber api alam Mrapen, Kabupaten Grobogan, tempat pengambilan api dharma Waisak, dan pelaksanaan tradisi Pindapata di sekitar Kelenteng Liong Hok Bio di Jalan Pemuda Kota Magelang. "Mudah-mudahan semua rangkaian Waisak ini berjalan dengan aman," katanya.

Ketua Umum Perwakilan Umat Buddha Indonesia Siti Hartati Murdaya mengatakan Trisuci Waisak memperingati tiga peristiwa suci, yakni kelahiran Sidharta Gautama di Taman Lumbini (623 SM), hari pencapaian penerangan sempurna Pangeran Sidharta di bawah pohon bodi pada usia 35 tahun, dan wafat Sang Buddha Gautama di bawah pohon Sala Kembar pada usia 80 tahun.

Tema Waisak 2561/2017, "Tingkatkan Kesadaran Menjadi Kebijaksanaan" dengan subtema "Kembangkan Hati Buddha dan Potensi Kebuddhaan".

Rangkaian perayaan Trisuci Waisak 2017, antara lain pengambilan air suci Waisak di Umbul Jumprit, Senin (8/5). Air suci dibawa dan disemayamkan di Candi Mendut Kabupaten Magelang. Pengambilan api dharma di sumber api alam Mrapen, Kabupaten Grobogan, Selasa (9/5) untuk kemudian disemayamkan di Candi Mendut.

Selain itu, pada Rabu (10/5) pagi tradisi Pindapata di Kota Magelang, prosesi berjalan kaki oleh umat dan para biksu dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur sejauh sekitar 3,5 kilometer, dan pelepasan lampion di pelataran Candi Borobudur pada malam harinya.

Pada Kamis (11/5) dini hari, umat dan biksu pradaksina mengelilingi Candi Borobudur, dilanjutkan persembahyangan setiap majelis, renungan Waisak 2017 oleh Ketua Dewan Kehormatan Sangha Walubi Biksu Tadisa Paramita Mahastavira, dan meditasi detik-detik Waisak pada pukul 04.42.09 WIB.

"Walubi mengajak umat Buddha untuk terus berjuang melawan keserakahan dengan cara menggalakkan berbagai kegiatan amal kebajikan, mengikat diri menolong sesama," katanya saat pembukaan Bakti Sosial Pengobatan Gratis di Candi Borobudur.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA