Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

Soal Penggusuran Kampung Akuarium, Ahok: Ngapain Mesti Sosialisasi?

Jumat 05 May 2017 15:15 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Ilham

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Foto: Republika/Noer Qomariah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mempertanyakan mengapa penggusuran di Kampung Akuarium Jakarta Utara harus melalui proses sosialisasi. Menurut Ahok, daerah tersebut sudah dimiliki oleh PD Pasar Jaya.

"Kamu membangun di atas lahan Pasar Jaya, ngapain (kalau mau gusur) musti sosialisasi? Kamu sudah tahu itu daerah terlarang, kok kamu masih nekat bangun?" kata Ahok di Taman Menteng, Jumat (5/5).

Sementara, warga Kampung Akuarium meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membangun kembali kampung mereka. Namun Ahok mengatakan aset tersebut merupakan aset milik PD Pasar Jaya dan terdapat bangunan kuno.

"Masalahnya itu aset Pasar Jaya dan itu ada bangunan kuno. Kamu boleh nggak bongkar bangunan cagar budaya, kenapa nggak sekalian gusur Kota Tua saja sekalian bikin rusun, lumayan kan," ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan meminta Ahok menahan rencana penertiban Kampung Akuarium di Penjaringan, Jakarta Utara. Anies berharap Ahok menghormati masa transisi kepemimpinan sebelum menertibkan beberapa bangunan semipermanen yang kembali muncul di kawasan tersebut.

"Saya berharap agar kebijakan pembangunan, apalagi di bulan-bulan terakhir (masa jabatan Ahok), mempertimbangkan faktor-faktor potensi transisi (kepemimpinan)," kata Anies pada Selasa (2/5).

Terkait penataan kawasan Kampung Akuarium tersebut, Anies memastikan, solusi yang diberikan akan memberi rasa keadilan bagi warganya. Namun, dia enggan membeberkan rencana yang dimaksud. Anies hanya berjanji akan menyosialisasikannya setelah ada keputusan resmi dari KPU DKI terkait pemenang Pilkada DKI.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA