Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

Cara Menjaga Anak dari Kuman yang Berevolusi

Rabu 03 May 2017 15:10 WIB

Red: Esthi Maharani

Pasien anak di rumah sakit.

Pasien anak di rumah sakit.

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, Perubahan gaya hidup membuat kuman berevolusi menjadi semakin kuat, sebaliknya manusia menjadi lebih rentan terkena penyakit.

Dokter spesialis anak Ariani Dewi Widodo menjelaskan salah satu alasan kuman berevolusi menjadi lebih kuat diakibatkan penggunaan antibiotik yang tidak tepat.

"Misalnya tidak menghabiskan sesuai dosis yang diberikan karena merasa kondisinya sudah membaik. Akibatnya, kuman yang seharusnya mati diserang antibiotik justru menjadi kebal sehingga penyakit semakin lama sembuh," kata Ariani pada Lifebuoy ActivSilver Formula, di Jakarta, Selasa (2/5).  

Ia mengingatkan kepada orangtua untuk selalu bertanya mana obat yang wajib dihabiskan bila membawa anak berobat ke dokter.

"Pada sisi lain, manusia juga semakin lemah daya tahan tubuhnya karena perubahan gaya hidup," imbuh dia.

Dari sisi nutrisi, asupan makanan masa kini  yang lazim mengandung zat pengawet menjadi salah satu alasan daya tahan manusia modern semakin menurun. Orangtua harus menyediakan makanan yang tinggi nutrisi demi menjaga daya tahan tubuh sang buah hati dari ancaman kuman dan virus yang ada di sekitar.  Perkembangan pesat teknologi juga membuat manusia lebih jarang bergerak dan berolahraga karena dimudahkan dengan segala fasilitas.

Di rumah, orangtua juga dapat mengajarkan  anak untuk mandiri dengan tidak mengandalkan segala sesuatu pada orang lain, misalnya untuk hal sepele seperti mengambil air minum.  Kemudian, biasakan gaya hidup sehat seperti  mencuci tangan. Ia menambahkan frekuensinya bisa lebih sering bila ada orang terdekat yang sedang sakit.

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA