Thursday, 13 Rajab 1442 / 25 February 2021

Thursday, 13 Rajab 1442 / 25 February 2021

Ini Penuturan Bocah 5 SD yang Kendarai Angkot di Bandung

Rabu 26 Apr 2017 19:09 WIB

Red: Hazliansyah

Angkot yang sedang menunggu penumpang (Ilustrasi)

Angkot yang sedang menunggu penumpang (Ilustrasi)

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- GMA (13), bocah kelas lima SD di Bandung menghebohkan dunia maya setelah videonya mengendarai angkot menjadi viral. Dari pengakuanya, GMA mengaku memang diminta untuk menggantikan sebentar sopir angkutan kota (Angkot) trayek 09 yang sedang sakit perut.

"Saya mah disuruh aja sama Ronald (Sopir) karena yang punya mobil itu lagi sakit perut," kata dia di Mapolrestabes Kota Bandung, Selasa.

GMA menceritakan, saat itu ia sedang berjalan dari kawasan Logam Buahbatu ke rumahnya di Gang Parabon, Jalan Ibrahim Adjie. Saat sampai di tugu Pasar Kordon, ia dihampiri mobil angkot cokelat berplat nomor D 1933 AM yang dikemudikan Ronald (32).

Ia mengaku, Ronald menyuruhnya untuk mengemudikan angkot karena kondisinya yang merasakan sakit perut. Karena jaraknya yang dekat dari Pasar Kordon hingga Samsat, GMA kemudian memberanikan diri untuk mengendarai angkot.

"Katanya sakit perut akhirnya saya bawa angkotnya. Deket dan dari tugu Kordon sampai perempatan Samsat," katanya.

Sesampainya di lokasi, Ronald kemudian mengambil alih kemudi, sementara GMA turun dan pulang ke kediamannya. GMA mengaku, ia baru belajar selama dua minggu dari temannya dan sudah mengendarai angkot sebanyak tiga kali.

"Baru dua minggu bisa mobil, enggak sering. Tiga kali (narik angkot) sama sekarang, tapi deket-dekat," katanya.

Di tempat yang sama Ronald mengaku, ia sudah melihat GMA mengendarai angkot sebanyak dua kali. Sehingga ia memercayai dan meminta bocah tersebut mengambil alih kemudi karena alasan tengah dilanda sakit perut. "Jaraknya juga dekat sekitar 400 meteran," kata dia.

Ia pun tidak percaya aksi GMA yang mengendarai mobil menjadi viral di media sosial. Ronald mengaku kapok dan tidak akan meminta anak di bawah umur mengendarai kendaraannya lagi.

"Bukan memperkerjakan anak kecil tapi meminta pangnyetirin, saya kapok. Jarak tidak jauh, kecuali Ciwastra- Gasibu saya tidak berani," kata dia.

Atas kelalaiannya tersebut, polisi kemudian menilang dan menyita angkotnya. Saat ini, polisi tengah melakukan pemeriksaan lebih lanjut di Mapolrestabes Kota Bandung.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA