Friday, 19 Syawwal 1443 / 20 May 2022

Kisah Presiden Jokowi Menjadi Peserta Inacraft

Rabu 26 Apr 2017 14:33 WIB

Red: Nidia Zuraya

Daerah Istimewa Yogyakarta terpilih sebagai ikon pameran kerajinan terbesar di Indonesia, Inacraft, dengan tema The Magnificence of Yogyakarta.

Daerah Istimewa Yogyakarta terpilih sebagai ikon pameran kerajinan terbesar di Indonesia, Inacraft, dengan tema The Magnificence of Yogyakarta.

Foto: Republika/Halimatus Sa'diyah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan ia pernah menjadi salah satu peserta pameran kerajinan tangan Inacraft.

"Saya pernah menjadi pengrajin, menjadi pengusaha dan saya pernah mengikuti Inacraft, tahunnya saya lupa tapi awal tahun 2000-an," kata Presiden Joko Widodo di Jakarta Convention Center, Rabu (26/4).

Inacraft ke-19 tahun ini berlangsung pada 26-30 April 2017 dan mengikutsertakan 1.392 peserta dari Indonesia dan luar negeri. Pada tahun ini Inacraft mengambil ikon Daerah Istimewa Yogyakarta dengan konsep "Magnificent of Jogjakarta" dan tema "From Smart Village to Global Market".

"Ini pameran Inacraft sudah 19 tahun dan yang ingin masuk menjadi peserta di sini pun mengantri, banyak yang ingin masuk dan tidak terseleksi untuk menjadi peserta atau eksibitor," ungkap Presiden seusai berkeliling ke stan-stan di Inacraft.

Ia pun menilai bahwa setiap tahun model maupun jenis produk kerajinan di Inacraft berganti namun semuanya berasal dari dalam negeri. Jokowi mengatakan dari tahun ke tahun dari sisi desain selalu berubah, dari sisi bahan yang digunakan selalu berubah. Kalau dulu rotan campur dengan bambu, tadi saya lihat sudah bukan.

"Dulu eceng gondok sekarang sudah ganti lagi rumput dari lahan gambut. Kemudian ada macam-macam produk yang bahannya dari sumber daya alam Indonesia. Ini kekuatan Inacraft, artinya 'full local content', tidak ada barang impornya, semua barang dari negara kita," jelas Presiden Jokowi.

Menurut Presiden Jokowi, total ekspor produk kerajinan dan produk industri kreatif bahkan mencapai Rp 852 triliun. Presiden pun berpesan agar pelaku usaha selalu menyimak tren pasar agar dapat bersaing.

"Selalu namanya produsen harus melihat pasar, keinginan pasar apa, tren pasar apa. Tren itu bisa modelnya, bisa warnanya, bisa kemasannya, bisa materialnya. Saya kira keinginan pasar juga harus diikuti. Saya kira juga bisa kita mengintervesi pasar dengan model-model yang disiapkan dari produsen," ungkap Presiden.

Namun memang butuh waktu untuk menata fokus industri kreatif mengingat pangsa pasar industri kreatif Indonesia baru 1,4 persen dari total pasar industri kreatif global. Tidak ketinggalan Presiden juga memboyong sejumlah produk kerajinan di Inacraft.

"Ada beberapa (dibeli), tapi bukan saya, Ibu (Iriana)," tambah Presiden sambil tersenyum.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA