Tuesday, 24 Zulhijjah 1442 / 03 August 2021

Tuesday, 24 Zulhijjah 1442 / 03 August 2021

Peringati Hari Buku dan Bumi, Anak-Anak Baca Puisi dan Tanam Mangrove

Senin 24 Apr 2017 17:33 WIB

Red: Hazliansyah

Anak-anak membaca puisi dan menanam mangrove dalam peringatan Hari Buku dan Hari Bumi Sedunia di Demak

Anak-anak membaca puisi dan menanam mangrove dalam peringatan Hari Buku dan Hari Bumi Sedunia di Demak

Foto: dok: Wadah Nusantara Berbagi

REPUBLIKA.CO.ID, DEMAK -- Memperingati Hari Bumi dan Hari Buku Sedunia yang jatuh pada tanggal 22 dan 23 April, Badan Wakaf Nusantara dan Pondokbanjar Semarang yang tergabung dalam Wadah Nusantara Berbagi, menggelar beragam kegiatan di Pesantren Aplikatif Sayung Kota Demak, Senin (24/4).

Kegiatan tersebut diawali dengan pemberian materi agama Islam dan kepedulian terhadap lingkungan terhadap 21 santri yang kesemuanya merupakan anak-anak pinggiran daerah Surodadi Sayung Kota Demak. Selanjutnya para santri diajak ke area tambak dan aliran sungai untuk menanam 100 pohon mangrove yang disediakan oleh para santri sendiri.

Agus Munif Ketua Badan Wakaf Nusantara berpesan bawasanya dengan menanam mengisyaratkan perbuatan yang baik terhadap lingkungan. Aksi menanam ini merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan yang dari hari ke hari lingkungan semakin rusak, rob masuk rumah dan banjir selalu menjadi langganan setiap musim hujan.

"Amal-amal kita berada diantara pohon mangrove yang telah kita tanam, Insya Allah pohon mangrove yang kita tanam akan memiliki nilai manfaat,” kata dia.

Membaca puisi menolak korupsi

Sehabis menanam pohon mangrove para santri didampingi Lukni Maulana pengasuh Pondokbanjar Semarang membaca buku di sekitaran kawasan pertambakan. Para santri sangat antusias terutama ketika disodori buku Puisi Menolak Korupsi, dan merekapun bergantian membaca puisi.

Lukni Maulana mengatakan, turunnya minat baca masyarakat salah satunya disebabkan oleh kurangnya minat dan dorongan dari orang tua maupun lingkungan sekitar yang belum mampu menggugah semangat anak-anaknya untuk mencintai buku.

“Apalagi sekarang ini eranya gadget, dunia tanpa batas berupa media sosial juga turut mempengaruhi minat membaca buku,” kata dia. 

Rangkaian kegiatan yang dipadukan antara Hari Bumi dan Buku Sedunia ditutup dengan pemberian buku dan alat tulis kepada para santri Pesantren Aplikatif.

Melalui aksi menanam mangrove dan baca puisi menolak korupsi turut mendorong pemerintah maupun masyarakat untuk memiliki kepeduliani terhadap lingkungan sekitar dan dapat menyediakan fasilitas serta ruang-ruang membaca yang layak dan ramah anak.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA