Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Shakespeare Salahkan Keputusan Wasit Atas Kekalahan Leicester

Kamis 13 Apr 2017 12:41 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Andri Saubani

Pelatih Leicester City, Craig Shakespeare (kanan) saat menarik keluar Jamie Vardy pada leg pertama perempat final Liga Champions lawan Atletico Madrid di Vicente Calderon, Kamis (13/4) dini hari WIB. Leicester kalah 0-1.

Pelatih Leicester City, Craig Shakespeare (kanan) saat menarik keluar Jamie Vardy pada leg pertama perempat final Liga Champions lawan Atletico Madrid di Vicente Calderon, Kamis (13/4) dini hari WIB. Leicester kalah 0-1.

Foto: AP Photo/Paul White

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID – Pelatih Leicester City, Craig Shakespeare, menyalahkan wasit atas kekalahan timnya dari Atletico Madrid pada leg pertama perempat final Liga Champions, Kamis (13/4) dini hari WIB. Leicester kalah tipis 0-1 di Vicente Calderon lewat gol penalti Antoine Griezmann, setelah sebelumnya striker Atletico itu dilanggar oleh Marc Albrighton di kotak terlarang.

Shakespeare menyuarakan kekecewaannya kepada keputusan wasit yang memberikan penalti bagi Atletico. Gol itu sangat menjadi bekal bagi Atletico sebelum melawat ke kandang Leicester pekan depan. Menurutnya, wasit berspekulasi dalam memberikan keputusan penalti. "Itu adalah keputusan dari wasit yang sangat mengecewakan. Itu adalah momen kunci dalam permainan. Dia harus membuat keputusan yang tepat,” kata Shakespeare, dilansir dari Sky Sports, Kamis (13/4).

Pelatih berusia 53 tahun ini mengakui wasit memiliki tugas yang sulit. Namun, ia mengatakan  hal itu adalah kunci keputusan dan mereka ingin wasit memperbaikinya. Kendati demikian, pelatih yang baru menjabat di Leicester pada Februari lalu ini, mengatakan the Foxes masih tetap tegar dan belum tersingkir dari perempat final Liga Champions.

"Tentu saja kami masih hidup. Kami tahu kami masih memiliki tantangan di depan melawan tim yang sangat bagus. Kami tahu itu akan menjadi pertandingan yang sangat sulit kembali," lanjutnya. Shakespeare mengatakan, Leicester memiliki catatan yang baik di kandang.

Para penggemarnya diakuinya juga menikmati laga tadi malam melawan Atletico. Namun, ke depan ia menekankan agar the Foxes menciptakan lebih banyak peluang dan lebih melakukan serangan kepada lawan. Itu karena, menurutnya, Leicester kini membutuhkan gol untuk lolos  ke babak berikutnya.

Ia juga mengingatkan bahwa salah satu kekuatan Atletico adalah pada serangan balik mereka. Perubahan taktis yang dilakukan Shakespeare melihat Wilfres Ndidi turun lebih dalam membantu untuk membatasi ancaman dari Griezmann setelah turun minum. Shakespeare lantas memuji komitmen timnya. Ia juga menyatakan siap menghadapi tantangan dari Atletico pada leg kedua nanti.

Robert Huth akan melewatkan laga penentuan pada leg kedua nanti, setelah ia mendapat kartu kuning karena melakukan pelanggaran terhadap Griezmann. Shakespeare mengakui kehilangan Huth sebagai pukulan bagi timnya. Sebagai gantinya, Shakespeare mengatakan Wes Morgan, yang absen pada leg pertama karena masalah punggung, bisa kembali untuk seleksi di tim. Ia berharap, Morgan bisa bugar untuk leg kedua nanti.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA