Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Z-Mart, Cara Baznas Berdayakan Kalangan tak Mampu

Rabu 12 Apr 2017 23:00 WIB

Red: Agung Sasongko

Baznas

Baznas

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA --  Badan Amil Zakat Nasional mengembangkan Z-Mart yaitu minimarket yang memiliki konsep pemberdayaan bagi kalangan kurang mampu, baik para pedagang maupun pembelinya.

Lewat keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Selasa, Z-Mart pertama dibangun di Desa Selotong dan Desa Secanggang, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara.

Z-Mart didirikan atas kebutuhan masyarakat akan penyediaan kebutuhan rumah tangga. Toko tersebut melayani pembelian dalam jumlah banyak (grosir) dan menyuplai warung-warung kelontong di perkampungan setempat.

Selama ini, masyarakat sekitar kesulitan menjangkau toko kelontong karena keterbatasan akses transportasi. Selain itu, harga jual di warung grosir dan minimarket relatif mahal. 

Di atas lahan wakaf seluas 150 meter persegi, Z-Mart berdiri bersama Z-Cafe. Lokasi tersebut bersebelahan dengan Masjid Desa Selotong, yang sekaligus sebagai lokasi pendidikan spiritual bagi masyarakat untuk dekat dengan masjid.

Z-Mart menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat seperti minyak, gula, sabun, perlengkapan rumah tangga dan hasil kerajinan tangan masyarakat sekitar. Z-Cafe didirikan untuk memenuhi kebutuhan bersosialisasi masyarakat sambil saling membangun nilai spiritual.

Sebanyak 33 orang mustahik penerima manfaat mengelola Z-Mart dan menjalankan aktivitas pelayanan minimarket yang buka pada pukul 06.30-23.00 WIB. Setiap waktu shalat, Z-Mart ditutup dan buka kembali setelah shalat.

Keuntungan lain, para mustahik juga mendapatkan harga lebih murah dari toko sejenis dan setiap tahun mereka akan mendapatkan deviden setelah dipotong nilai keuntungan untuk berinfak bagi kehidupan lansia serta mendorong para mustahik yang mengelola untuk dapat berzakat.

Sementara model Z-Cafe dioperasikan sebagai kafetaria swalayan dengan pelanggan melayani dirinya sendiri untuk pembuatan kopi, mie instan dan makanan/minuman lainnya. 

Z-Mart juga mampu menyediakan bahan kebutuhan yang harganya lebih murah dibandingkan dengan harga di ibu kota kabupaten. Saat ini pelayanan pembelian masih manual dan sedang disiapkan cash register untuk menjadikan pelayanan digital bagi pembeli.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA