Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Jelang Galungan, Pasar Badung Diserbu Pembeli

Ahad 02 Apr 2017 22:50 WIB

Rep: Ahmad Baraas/ Red: Yudha Manggala P Putra

Suasana aktivitas transaksi jual beli di lapak dagangan darurat yang dibangun pedagang di lahan parkir Pasar Badung, Denpasar, Bali, Rabu (6/4).

Suasana aktivitas transaksi jual beli di lapak dagangan darurat yang dibangun pedagang di lahan parkir Pasar Badung, Denpasar, Bali, Rabu (6/4).

Foto: Antara/Fikri Yusuf

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR - Tiga hari menjelang Galungan, eks pasar Badung di jalan Gajahmada Denpasar, Ahad (2/4) malam diserbu pembeli. Saking banyaknya pengunjung, parkir kendaraan mereka memenuhi badan jalan dan membuat kemacetan.

"Kami mau parkir di mana lagi, karena memang tidak ada lahan parkir," kata Wardani, warga asal Abiankapas Denpasar.

Pasar Badung terbakar Agustus lalu dan bangunannya kini sudah dirobohkan untuk dibangun kembali. Seluruh areal pasar utama di Denpasar itu dipagari, termasuk areal parkirnya.  Sementara sebagian pedagang menggunakan areal parkir pasar Kumbasari yang terletak di sebelah barat Pasar Badung sebagai tempat berjualan.

Suasana macet di jalan bekas Pasar Badung itu mengalami kemacetan sejak pagi hari, dan semakin padat pada Ahad (2/4) petang. Walau pemandangan itu sudah rutin, namun menjelang hari raya Galungan, suasananya sangat padat.

Pemilik warung nasi campur di kawasan Pekambingan Denpasar, Arianto, mengaku lebih suka berbelanja di eks pasar Badung itu, ketimbang ke pasar relokasinya yang mengguakan bekas pasar swalayan Tiara Grosir. Di eks pasar Badung itu sebutnya, keperluan sayur mayurnya lebih lengkap, termasuk bumbu-bumbuan seperti cabe atau bawang-bawangan.

"Kalau di sini lebih lengkap. Apalagi pada malam hari, dimana kebanyakan kendaraan pembawa dagangan sayur mayur melakukan bongkar muat di eks pasar Badung," katanya.

Berdasarkan pengamatan, pasar relokasi pasar Badung di pasar swalayan Tiara Grosir jalan Cokroaminoto Denpasar, banyak lapaknya yang kosong. Yang penuh terisi hanya areal penjualan daging dan ikan laut saja.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA