Wednesday, 22 Safar 1443 / 29 September 2021

Wednesday, 22 Safar 1443 / 29 September 2021

Setengah Bercanda, Trump Sebut Merkel Juga Disadap di Era Obama

Sabtu 18 Mar 2017 08:41 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas / Red: Reiny Dwinanda

Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Amerika Donald Trump saat menggelar konferensi pers usai melakukan pertemuan. Terlihat bahasa tubuh keduanya sedikit canggung dalam konferensi pers tersebut

Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Amerika Donald Trump saat menggelar konferensi pers usai melakukan pertemuan. Terlihat bahasa tubuh keduanya sedikit canggung dalam konferensi pers tersebut

Foto: Reuters

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan ada kesamaan antara dia dan Kanselir Jerman, Angela Merkel. Setengah bercanda, Trump mengungkapkan Merkel juga menjadi sasaran penyadapan di era pemerintah Barack Obama. "Setidaknya kita punya suatu kesamaan, mungkin," kata Trump dalam pertemuan bilateral AS-Jerman di Gedung Putih, Kamis (17/3).

Lembaga intelijen AS di bawah pemerintahan Obama sebelumnya dilaporkan memonitor aktivitas ponsel Merkel. Laporan ini membuat Jerman geram.

Kunjungan Merkel ke Gedung Putih seharusnya dilakukan pada Selasa, namun dibatalkan karena badai. Pertemuan pada Kamis fokus membahas perdagangan dan NATO.

Trump menyinggung isu penyadapan saat konferensi pers bersama Merkel pascapertemuan. Saat itu, ia ditanya dua kali soal klaim penyadapan yang dibuatnya. Semula ia menolak menjawab pertanyaan tersebut. Namun saat kedua kali ditanyakan, ia menyeret Merkel ke dalamnya. "Tentang penyadapan, saya pikir, oleh pemerintah sebelumnya, setidaknya kita (melirik Merkel) punya satu kesamaan," kata Trump seperti dikutip BBC.

Merkel merespons dengan kaget dan bingung. Ia hanya bisa tersenyum canggung. Trump merujuk pada laporan Edward Snowden pada 2013 yang menyebut AS memata-matai Jerman. Sejak saat itu hubungan kedua negara berjarak.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA