Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

PPP: Hasyim Muzadi Jauhkan Umat dari Radikalisme

Kamis 16 Mar 2017 10:58 WIB

Red: Agus Yulianto

Anggota Komisi III DPR dari fraksi PPP, Asrul Sani.

Anggota Komisi III DPR dari fraksi PPP, Asrul Sani.

Foto: Antara/Resno Esnir

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Hasyim Muzadi merupakan sosok ulama dan pemimpin yang menjauhkan umat dari paham-paham radikal yang menegasikan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan pemahaman keislaman dan ke-Indonesiaan yang tidak bisa dipisahkan. "Beliau menjadi garda terdepan dalam upaya menjauhkan umat Islam dari paham-paham radikal yang cenderung menegasikan NKRI dengan menggunakan pemahaman-pemahaman ke-Islaman yang diimpor dari tempat lain," kata Sekjen PPP Arsul Sani, Kamis (16/3).

Dia menilai, Hasyim Muzadi merupakan sosok ulama dan pemimpin yang berhasil membawa umat, paling tidak kaum nahdhiyin, pada pemahaman ke-Islaman dan ke-Indonesian menjadi dua hal yang tidak perlu dipertentangkan. Namun, menurut dia, di sisi lain, Hasyim Muzadi melakukan pembelaan terhadap kelompok Islam yang secara tidak adil dan tidak proporsional ditempatkan sebagi kelompok radikal dan anti-NKRI.

"Padahal mereka sebenarnya hanya bercara yang dianggap radikal dalam memperjuangkan prinsip amar ma'ruf nahi munkar, bukan kelompok yang memiliki agenda tertentu hendak mengubah keutuhan NKRI," ujarnya.

Karena itu, menurut Arsul, tidak mengherankan meskipun Kiai Hasyim merupakan tokoh Islam moderat. Namun, silaturahminya dengan tokoh-tokoh yang dianggap keras seperti Habib Rizieq tetap terjaga dengan baik.

Anggota Komisi III DPR itu menilai, kemoderatan Kiai Hasyim dalam pandangan-pandangan keagamaannya, tidak menjadikannya sebagai sosok yang membenarkan atau tidak kritis terhadap kelompok-kelompok Islam liberal. "Beliau bahkan sama seringnya antara mengingatkan kelompok garis keras dengan kelompok Islam liberal," katanya.

Kata Arsul, hal itu menjadi kelebihan Kiai Hasyim, karena beliau tidak terjebak pada pembelaan atau pemihakan terhadap satu kelompok, namun posisinya adalah moderat dan proporsional dalam keberagaman. Menurut dia, tidak banyak ulama yang mengambil posisi seperti kiayi Hasyim untuk menjaga keutuhan NKRI dan ke-Islaman ummat.

KH Ahmad Hasyim Muzadi wafat pada Kamis (16/3) pukul 6.15 WIB di Malang, Jawa Timur. Rencananya jenazah Almarhum akan dimakamkan di Kompleks Pesantren Al Hikam 2 Kota Depok Jawa Barat. Berdasarkan informasi, jenazah KH Hasyim Muzadi akan diberangkatkan dari Malang sekitar pukul 13.00 WIB dan jenazah almarhum nantinya akan tiba di Pondok Pesantren Al Hikam 2 kurang lebih pukul 15.30 WIB.

Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Kamis ini dijadwalkan memimpin upacara pemakaman KH Hasyim Muzadi, di Pondok Pesantren Al-Hikam, Kota Depok, dimana saat ini jenazah Almarhum masih berada di Malang, Jawa Timur.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA