Friday, 5 Rajab 1444 / 27 January 2023

Pendaftar Universitas Brawijaya Jalur SNMPTN Turun 25 Persen

Kamis 09 Mar 2017 09:49 WIB

Rep: Christiyaningsih/ Red: Bayu Hermawan

Universitas Brawijaya Malang

Universitas Brawijaya Malang

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Pendaftar jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri Universitas Brawijaya (SNMPTN UB) tahun 2017 mengalami penurunan 25 persen. Pada tahun 2016 total tercatat 48.434 pendaftar, namun tahun ini menurun menjadi 35.659 pendaftar.

Wakil Rektor I Bidang Akademik Kusmartono mengatakan penurunan dipengaruhi adanya persyaratan akreditasi bagi sekolah dan pengurangan kuota bagi mahasiswa baru UB Terjadinya penurunan jumlah pendaftar, salah satunya karena peraturan SNMPTN saat ini yang mensyaratkan akreditasi bagi setiap sekolah.

"Selain itu juga disebabkan tingkat keketatan seleksi mahasiswa UB karena terjadinya penurunan kuota dari sekitar 12 ribu pada 2016 menjadi sekitar 10 ribu tahun ini ,"katanya pada Rabu (8/3) di Malang.

Karena semakin ketatnya persaingan, Kusmartono berharap setiap sekolah bisa membantu siswa didiknya untuk memberikan rambu-rambu tingkat keketatan SNMPTN.

"Saya harap guru BK bisa mengarahkan siswa didiknya dan kalau mengarahkan jangan besar pasak daripada tiang," ujarnya.

Di UB, program studi agribisnis paling diminati dengan pendaftar sebanyak 1.664 orang melalui jalur SNMPTN. Hal ini merupakan jumlah terbanyak untuk bidang IPA. Sedangkan untuk bidang IPS prodi akuntansi masih menjadi favorit pilihan pendaftar sebanyak 1.786.

Kepala Bidang Tracer Study Unit Pengembangan Karir dan Kewirausahaan (UPKK) UB, Agung Sugeng Widodo, mengatakan saat ini banyak banyak perusahaan seperti perbankan yang justru mencari lulusan dari program studi agribisnis.

Sementara itu Kaprodi Agribisnis FP UB Agustina Shinta mengatakan lulusan agribisnis sudah sesuai kompetensi yg diharapkan. Dia mengungkapkan bila dibagi sesuai dengan kesesuaian bidang, ada yang bekerja di pertanian namun ada pula yang bekerja bukan bidang pertanian. Tetapi, sesuai dengan bidang keahlian sosek bahkan ada yang bekerja di bidang non pertanian.

"Bila dibagi ke dalam jenis usaha, lulusan agribisnis tersebar pada PNS, swasta, wirausaha, dan studi lanjut," katanya.

Dia juga menambahkan bahwa saat ini calon calon mahasiswa bisa mendapatkan informasi yang mudah dari website yang disediakan oleh prodi dan Fakultas Pertanian.

Secara rinci, Kusmartono menyebutkan dari 35.659,  pendaftar UB sebagai pilihan PTN pertama sebanyak 25.003 dan yang memilih UB sebagai PTN kedua sebanyak 10.656, dengan persentase pendaftar IPS lebih besar dari jurusan IPA.

Kusmartono mengatakan SNMPTN tahun 2017 UB tidak menentukan target karena jumlah pendaftar sudah berada di atas kuota setiap program studi. Dari jurusan IPS untuk prodi akuntansi kuota yang ditetapkan sebanyak 69 dengan jumlah pendaftar 1.786.

Sementara untuk jurusan IPA jumlah pendaftar prodi pendidikan dokter sebanyak 1388 dengan kuota 57. Gizi kesehatan mempunyai pendaftar 1.313 dengan kuota 30 dan farmasi mempunyai pendaftar sebanyak 1.296 dengan kuota 30.

Sedangkan untuk pendaftar bidik misi ada sebanyak 7.237 dengan sepuluh persen kuota yang ditetapkan oleh UB. Berdasarkan data yang didapat, Jawa Timur menduduki posisi pertama provinsi dengan peminat terbanyak yaitu 19.329 pendaftar dari 146 sekolah, posisi kedua adalah Jawa Barat dengan 2.285 pendaftar dari 579 sekolah, posisi ketiga adalah Jawa Tengah dengan 1.929 pendaftar dari 874 sekolah.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA