Wednesday, 19 Rajab 1442 / 03 March 2021

Wednesday, 19 Rajab 1442 / 03 March 2021

Derita Dua Kali Kekalahan, Tim Putri PB Djarum 'Lempar Handuk'

Selasa 21 Feb 2017 16:55 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Tim putri PB Djarum Kudus di turnamen Djarum Superliga Badminton 2017.

Tim putri PB Djarum Kudus di turnamen Djarum Superliga Badminton 2017.

Foto: Humas Djarum

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Tim putri PB Djarum Kudus tampil tidak maksimal dalam turnamen Djarum Superliga Badminton 2017 yang digelar di GOR DBL Arena Surabaya, 19-26 Februari 2017. Pasalnya tim putri PB Djarum menderita dua kali kekalahan dari tiga kali penampilannya.

Pada laga pertama Ahad (19/2) melawan Kumamoto Saisunkan, tim putri PB Djarum kalah dengan 1-4. Kemenangan tipis bisa diraih tim putri PB Djarum dengan mengalahkan Jaya Raya dengan 3-2 pada Senin (20/2). Laga ketiga hari ini, tim putri PB Djarum sudah kalah dalam keadaan 0-5 melawan Hakuto Bank.

Partai pertama, Dinar Dyah Ayustine tidak mampu mengalahkan wakil Hakuto Bank, Saena Kawakami dengan 21-7, 16-21 dan 10-21. Ganda putri PB Djarum, Rosyita Eka Putri Sari/Melati Daeva juga kalah dari Mayu Matsutomo/Wakana Nagahara dengan 15-21 dan 19-21.

Tunggal kedua PB Djarum, Ghaida Nurul Ghaniyu juga gagal memberikan angka kemenangan setelah kalah melawan Nagata Rei dengan 18-21 dan 20-22. Ganda putri kedua PB Djarum, Ririn Amelia/Surya Adella Agustia juga kalah dari Natsumi Uratani/Yumi Murayama dengan 16-21 dan 20-22.

Partai terakhir mempertemukan tunggal ketiga PB Djarum, Savira Sandradewi melawan Yuri Nakamura yang dimenangkan Yuri dengan 18-21 dan 19-21. Sehingga PB Djarum kalah dengan 0-5.

"Memang kalau dilihat secara hasil sih mengecewakan ya. Terutama dari penampilannya sendiri, kurang gereget rasanya dan kurang berani untuk menahan capek. Jadi ini yang harus kita evaluasi," kata Manajer Tim PB Djarum, Fung Permadi, Selasa (21/2).

Ia menambahkan kekurangan dari para atletnya dari cara berpikir sebagai seorang atlet. Menurutnya mereka masih kurang fokus. Terutama untuk tunggal pertama memang kerap terjadi menang di gim pertama dengan mudah kemudian lengah di dua gim selanjutnya dan kemudian kalah.

"Jadi mereka lengah, kalau lawan memberikan perlawanan sedikit saja jadi bingung, jadi kacau semua. Kita menyikapinya ya memang seperti itulah pertandingan. Mau tidak mau juga harus kita terima. Tapi untuk selanjutnya, kita jadikan bahan evaluasi apa yang bisa kita perbaiki," jelasnya.

Peluang tim putri PB Djarum untuk lolos ke babak semifinal, memang berat. Sedangkan hanya tersisa satu kali pertandingan lagi. Sehingga ia saat ini fokus di tim putra PB Djarum dengan target juara di Djarum Superliga Badminton 2017 ini.

"Untuk yang putra kan memang kita diberikan target juara, tapi ya apapun kan bisa terjadi. Jadi kalau menghadapi pertandingan kita memberikan tekanan yang terlalu besar pada pemain, jadi hasilnya malah mungkin bisa berbalik. Jadi kita jaga saja seperti apa suasananya, supaya mereka bisa tetap fokus menghadapi pertandingan. Dan beban target itu biar kita tim pelatih dan tim manajer yang menanggungnya," tegas Fung Permadi.

Sementara itu, Dinar Dyah Ayustine mengakui kelemahannya tidak dapat mengimbangi permainan lawan dengan tipe rally. Padahal ia memiliki senjata lebih banyak daripada lawannya, Saena Kawakami. "Lawan hanya lebih tahan saja. Sedangkan saya jadi malah mati sendiri. Ke depannya akan saya perbaiki kelemahan saya," papar Dinar.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA