Monday, 17 Rajab 1442 / 01 March 2021

Monday, 17 Rajab 1442 / 01 March 2021

Dua Tim Putri Klub Indonesia ‘Dihajar’ Jepang

Ahad 19 Feb 2017 18:10 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Manajer PB Djarum Kudus, Fung Permadi (kanan) dan pemain Cina yang disewa PB Djarum, Ma Jin (kiri).

Manajer PB Djarum Kudus, Fung Permadi (kanan) dan pemain Cina yang disewa PB Djarum, Ma Jin (kiri).

Foto: Republika/Bilal Ramadhan

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA – Setelah tim putri klub Jaya Raya ditumbangkan klub Hokuto Bank dari Jepang dengan 2-3, kini klub Indonesia lainnya yaitu PB Djarum juga harus takluk dari klub Kumamoto Sishunkan dari Jepang juga dengan 2-3. Kekalahan ini terjadi dalam babak grup turnamen Djarum Superliga Badminton 2017 di GOR DBL Arena Surabaya, Ahad (19/2).

Kekalahan pertama PB Djarum diraih Dinar Dyah Ayustine dari Ayumi Mine dengan 19-21 dan 19-21. Kedudukan kembali seri menjadi 1-1 setelah ganda putri pertama PB Djarum, Rosyita Eka Sari Putri/Ririn Amelia menang dari pasangan Nami Matsuyama/Chiharu Shida dengan 21-17 dan 21-19.

PB Djarum kembali tertinggal 1-2 setelah pemain tunggal putri kedua, Desandha Vegarani Putri kalah dari Yukino Nakai dengan 12-21 dan 11-21. Kekalahan kembali dari ganda putri kedua PB Djarum, Gloria Emmanuelle Widjaja/Ma Jin dikalahkan Riko Imai/Nako Ono dengan 21-19, 21-8 dan 21-19.

Kekalahan PB Djarum semakin besar dengan kalahnya wakil terakhir tunggal putri, Ghaida Nurul Ghaniyu oleh Nami Matsuyama dengan 21-12, 20-22 dan 16-21.

Manajer PB Djarum, Fung Permadi  mengatakui kekalahan tersebut memang mengagetkan bagi timnya. Ia mengakui kelemahan tim putri PB Djarum ada di sektor tunggal putri. Menurutnya seharusnya salah satu tunggal putri bisa menyumbangkan poin kemenangan untuk PB Djarum.

Selain itu, ia juga mengakui buta soal kekuatan dari Kumamoto Shisunkan. Karena setahu dia, Kumamoto hanya merupakan tim bulu tangkis sebuah sekolah setingkat SMA di Jepang. Akan tetapi ternyata para pemainnya cukup matang.

“Terus terang buta dengan kekuatan lawan. Setahu saya Kumamoto tim SMA di Jepang, tapi ternyata para pemainnya cukup matang. Memang letak kekalahan kita di dua pemain tunggal kita,” papar Fung Permadi.

Untuk pertandingan selanjutnya melawan Jaya Raya pada Senin (19/2), ia mengatakan tidak akan banyak membuat perubahan di timnya. Namun begitu, tim putri PB Djarum akan tetap maksimal meraih kemenangan melawan Jaya Raya nanti.

“Ada Melati Daeva dan Della yang belum turun di sektor ganda putri, mungkin hanya itu yang nanti kita utak-atik lagi,” ujarnya.

Sementara itu, tim putri Tjakrindo Masters dari Surabaya mengalahkan tim Jepang, Gifu Tricky Panders dengan 5-0.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA