Thursday, 1 Zulhijjah 1443 / 30 June 2022

Adhyaksa Dault Minta Wanadri Masukkan Materi IT di Pendidikan Dasar

Selasa 14 Feb 2017 08:30 WIB

Red: Hazliansyah

Adhyaksa Dault memberikan materi “Landasan Filsofis Pecinta Alam”, dalam Rapat Anggota Pemilihan Ketua Wanadri Wilayah Jakarta

Adhyaksa Dault memberikan materi “Landasan Filsofis Pecinta Alam”, dalam Rapat Anggota Pemilihan Ketua Wanadri Wilayah Jakarta

Foto: IST

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Menpora 2004-2009, Adhyaksa Dault mengusulkan agar Wanadri; Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung, memasukan materi terkait informasi dan teknologi dalam pendidikan dasarnya.

Adhyaksa Dault mencontohkan dalam pengelolaan website, jika website organisasi tidak ada isinya, orang menilai tidak ada kegiatan. Padahal pada kenyataanya kegiatan yang berlangsung banyak hanya saja tidak diunggah.

"Pengelolaan website dengan serius ini kami terapkan di www.pramuka.or.id dan akun-akun media sosial Kwarnas Gerakan Pramuka," ujar Adhyaksa Dault.

Hal itu disampaikan Adhyaksa saat memberikan materi “Landasan Filsofis Pecinta Alam”, dalam Rapat Anggota Pemilihan Ketua Wanadri Wilayah Jakarta. Kegiatan ini diadakan di Rumah Joglo Adhyaksa Dault, Jalan Pengadegan Selatan 10, Pancoran, Jakarta Selatan, akhir pekan kemarin.

“Generasi sekarang berbeda, mereka dekat dengan teknologi, namun masih sebatas pengguna pasif. Yang kita harapkan adalah, mereka mampu memanfaatkan teknologi sesuai dengan tujuan-tujuan Wanadri, sebab itu materi informasi dan teknologi penting dimasukan dalam pendidikan dasar Wanadri," ungkap Adhyaksa Dault.

Adhyaksa yang juga merupakan pelindung Wanadri (W-019 PEL) menambahkan, generasi sekarang adalah generasi C. Mereka tersambung dengan banyak orang di internet, berkomunikasi dengan berbagai bahasa, umumnya tidak menyukai konten-konten generasi sebelumnya. Mereka juga selalu aktif dan berfikir tentang hal baru dan perubahan.

"Soal produk komunikasi misalnya, tempat mendapatkan pengetahuan tidak hanya kelas, namun juga bioskop, televisi dan telepon genggam. Contohnya seperti film 5 cm, setelah nonton film ini, banyak orang-orang termotivasi mendaki gunung. Nah jika belum mampu membuat film, kita dapat membuat video-video pendek, seperti tentang tips aman naik gunung dan lainnya," jelas Adhyaksa.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA