Saturday, 5 Rajab 1441 / 29 February 2020

Saturday, 5 Rajab 1441 / 29 February 2020

Ratu Elizabeth II Resmi Buka Paralympic London 2012

Kamis 30 Aug 2012 07:03 WIB

Red: Hazliansyah

Jelang Olimpiade Paralympic 2012 : Atlet Paralympic Indonesia yang akan berlaga di ajang Olimpiade Paralympic London 2012 dari cabang angkat berat, Ni Nengah Widi Asih, menjalani pengambilan data biometric visa di Kantor UK Border Agency, Deutsche Bank Bui

Jelang Olimpiade Paralympic 2012 : Atlet Paralympic Indonesia yang akan berlaga di ajang Olimpiade Paralympic London 2012 dari cabang angkat berat, Ni Nengah Widi Asih, menjalani pengambilan data biometric visa di Kantor UK Border Agency, Deutsche Bank Bui

Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gelaran Paralimpic London 2012 resmi dibuka oleh Ratu Elizabeth II di Olimpic Stadium Rabu malam (29/8). Acara pembukaan sendiri tidak kalah meriah dengan Olimpiade London 2012 beberapa waktu lalu.

Pembukaan kejuaraan khusus kaum difabel ini berlangsung dengan megah dan meriah serta melibatkan sedikitnya 3000 relawan dewasa, 100 anak-anak dan 100 pekerja. Salah satu penampilan yang cukup menarik adalah "aerobilty" yang dilakukan oleh para difabel yang sebelumnya dilatih khusus oleh badan amal yang berperan dalam Paralimpic London 2012.

Ketua Komite Paralimpik Indonesia, Sanny, mengaku berdasarkan dari data yang ada, untuk Paralimpic London 2012 ini pihak panitia telah menjual sebanyak 2,2 juta lembat tiket meliputi tiket pembukaan dan penutupan serta pertandingan 21 cabang olahraga.

"Paralimpic London adalah yang tersukses dalam penjualan tiket. Terbukti sejak siang ribuan penonton telah memadati Olimpic Stadium," katanya melalui surat elektronik.

Seperti Olimpiade lalu, setiap penonton yang melihat secara langsung diperiksa dengan ketat oleh aparat keamanan baik menggunakan mesin scan maupun metal detektor.

Tidak kalah seru dengan pendukung Olimpiade London, suporter dari negara-negara peserta juga menggunakan atribut menarik serta melukis tubuhnya dengan identitas negara. Hal ini dilakukan untuk mendukung Paralimpian (sebutan atlet difabel).

"Pesta belum usai, malah baru mulai. Kita harus fokus dan menjaga stamina atlet yang akan bertandingan besok (hari ini waktu London)," kata Ketua Delegasi Indonesia, James Tangkudung.

Pada kejuaraan terbesar di dunia bagi difabel ini, Indonesia mengirimkan empat atlet yang sebelumnya telah dinyatakan lolos kualifikasi. Empat atlet itu adalah Agus Ngaimin (renang), Budi Hartanto (atletik), David Jacob (tenis meja) dan Ni Nengah Widiasih (angkat berat).

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA