Friday, 17 Zulhijjah 1441 / 07 August 2020

Friday, 17 Zulhijjah 1441 / 07 August 2020

Muhammad Ali Diganjar Medali Kemerdekaan

Jumat 06 Jul 2012 20:17 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Muhammad Ali

Muhammad Ali

REPUBLIKA.CO.ID, PHILADELPHIA - Legenda hidup tinju, Muhammad Ali, akan menerima medali kemerdekaan 2012 dari Pusat Konstitusi Nasional. Penghargaan tahunan, yang sudah diberikan sejak 1989 itu, digagas untuk menghormati juara kebebasan.

Mantan juara kelas berat berusia 70 tahun ini sempat kehilangan gelar dan hak untuk bertinju karena ia menolak bergabung dengan angkatan bersenjata Amerika Serikat dan berjuang di Perang Vietnam pada 1967.

Mahkamah Agung AS membatalkan keputusan itu pada 1971, menyatakan penolakannya berakar dari keyakinan agamanya, dan Ali kembali merebut mahkotanya sebelum mengundurkan diri dari ring tinju pada 1981.

Ali, yang memenangi medali emas Olimpiade untuk cabang tinju pada 1960 di Roma, akan menerima penghargaan itu pada upacara di Independence Mall di Philadelphia.

"Ali mewujudkan semangat Medali kemerdekaan dengan merangkul cita-cita konstitusi - kebebasan, pemerintahan mandiri, kesetaraan, dan pemberdayaan - dan membantu menyebarkannya ke seluruh dunia," kata mantan Presiden AS, Bill Clinton, ketua Pusat Konstitusi Nasional.

Sejak karir bertinjunya berakhir, Ali bekerja untuk hak-hak sipil dan pemahaman lintas kebudayaan, serta terlibat dalam misi-misi kemanusiaan di negara-negara seperti Libanon, Kuba, Afghanistan, Iran, Afrika Selatan, Irak, dan Korea Utara. Karena kontribusinya itulah ia dianggap pantas diganjar dengan medali penghargaan.

"Untuk lebih dari setengah abad, Ali telah berkomitmen untuk berjuang demi perdamaian, keadilan, dan hak-hak sipil untuk semua dalam semangat penghargaan ini," kata walikota Philadelphia, Michael Nutter.

Medali ini, yang pertama kali dianugerahkan pada 1989, telah diberikan ke beberapa sosok seperti Clinton, musisi rock Bono, mantan presiden Afrika Selatan Nelson Mandela, mantan presiden AS Jimmy Carter, sutradara film Steven Spielberg, dan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA