Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Djoko Dukung Gita Wirjawan Jadi Ketum PBSI

Jumat 21 Sep 2012 00:12 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Gita Wirjawan

Gita Wirjawan

Foto: Antara/Widodo S. Jusuf

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Ketua Umum Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Djoko Santoso, menyatakan dukungannya kepada Menteri Perdagangan RI, Gita Wirjawan untuk memangku jabatan Ketum PBSI periode 2012-2016. Djoko menyerahkan suaranya kepada Gita di Musyawarah Nasional (Munas) PBSI ke-21 di Yogyakarta.

"Saya mengarahkan tapi terserah Pengprov (Pengurus Provinsi PBSI)," kata Djoko saat Munas PBSI di Yogyakarta, Kamis (20/9) malam.

Djoko berterus terang melimpahkan suara beberapa Pengprov PBSI kepada Gita untuk menggantikan dirinya. Jenderal TNI Purnawirawan itu menyebutkan ada alasan tertentu memilih Gita meneruskan tongkat estafet kepemimpinan PBSI, agar dapat meningkatkan kinerja pengurus dan prestasi atlet bulu tangkis.

Namun, Djoko menyatakan dua calon ketua umum PBSI, yakni Gita dan Icuk Sugiarto memiliki potensi dan konsep yang sama baik untuk meningkatkan prestasi bulutangkis Indonesia. "Siapa pun yang terpilih harus dibantu," tegas Djoko.

Ditambahkan Djoko, peningkatan prestasi bulu tangkis Indonesia menjadi tantangan bersama yang harus diatasi seluruh pengurus PBSI. Pengurus Besar (PB) PBSI menggelar pemilihan ketua umum baru melalui Munas ke-21 di Yogyakarta pada 20-22 September 2012.

Tim keabsahan Bidang Organisasi PBSI menetapkan dua nama yang akan bersaing menjadi ketua umum baru, yakni Gita Wirjawan dan mantan atlet bulu tangkis yang juga Ketua Pengprov PBSI DKI Jakarta, Icuk Sugiarto.

Sementara itu, Ketua DPR RI, Marzuki Alie tidak lolos menjadi calon Ketua Umum PBSI, karena tidak mendapatkan dukungan dari salah satu Pengprov PBSI yang menjadi syarat untuk menjadi calon.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA