Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Rencana Aturan Baru Bulutangkis, Pemain Putri Wajib Rok

Ahad 08 May 2011 09:30 WIB

Red: Didi Purwadi

Lilyana Natsir (kiri) dan Nova Widianto

Lilyana Natsir (kiri) dan Nova Widianto

REPUBLIKA.CO.ID,KUALA LUMPUR - Peraturan baru yang mewajibkan pemain putri mengenakan rok dalam sebuah pertandingan bulu tangkis diperkirakan akan dibatalkan. Hal ini menyusul keberatan China, Indonesia dan negara-negara Skandinavia. Demikian sebagaimana diungkapkan oleh petinggi Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) di Malaysia pada Sabtu (7/5).

"Para pemain putri yang akan turun di turnamen-turnamen level tertinggi BWF diwajibkan untuk mengenakan rok atau gaun yang memperlihatkan sisi kewanitaan mereka. Bahkan, meskipun mereka tetap memakai celana pendek di dalamnya. Tidak diperbolehkan lagi memakai celana pendek saja dalam sebuah pertandingan," demikian bunyi peraturan itu.

Pada Rabu (4/5) Badan pengatur olahraga bulu tangkis dunia yang berbasis di Kuala Lumpur itu sebelumnya mengatakan bahwa mereka akan tetap menerapkan peraturan yang sempat mengundang kontroversi dan protes sebagian pemain dan ofisial itu mulai 1 Juni bulan depan.

"Ada kemungkinan bahwa peraturan itu akan diubah," kata S. Selvam, manager pemasaran Super Series BWF, kepada AFP. 

Dia mengemukakan bahwa suara-suara keberatan yang sebelumnya berasal dari China, Indonesia dan India itu sekarang juga disampaikan oleh Denmark dan Swedia. "Mereka yang keberatan dengan peraturan itu dapat mendesak dewan BWF untuk membatalkan keputusan yang akan disahkan itu dalam rapat umum tahunan organisasi pada 28 Mei di China," katanya.

Sebelumnya Wakil Presiden BWF, Paisan Rangsikitpho, menolak bahwa peraturan itu merupakan suatu bentuk ekspoitasi terhadap wanita sembari mengatakan bahwa rok itu tidak mesti rok pendek. Namun, dia menekankan bahwa harus ada sesuatu yang menjadi pembeda dalam sebuah pertandingan putri.

"BWF tidak pernah punya maksud untuk memposisikan wanita sebagai objek seksual. Bukan itu yang sedang kami kerjakan saat ini," katanya. "Peraturan itu merupakan bagian dari suatu kampanye besar kita untuk lebih meningkatkan profil olah raga bulu tangkis di masa depan. Ini hanya dimaksudkan untuk membantu olah raga ini menarik minat penggemar yang lebih luas. Penampilan para pemain yang gaya, menarik dan berestetika adalah inti dari Peraturan itu.''

sumber : Antara/AFP
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA