Rabu, 4 Zulhijjah 1439 / 15 Agustus 2018

Rabu, 4 Zulhijjah 1439 / 15 Agustus 2018

Penilaian Manajer Yamaha Atas Performa Vinales

Senin 31 Juli 2017 10:31 WIB

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Andri Saubani

Pembalap Yamaha, Maverick Vinales di podium GP Italia, Sirkuit Mugello, Ahad (4/6).

Pembalap Yamaha, Maverick Vinales di podium GP Italia, Sirkuit Mugello, Ahad (4/6).

Foto: EPA/Luca Zennaro

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rookie Yamaha, Maverick Vinales mengguncang lap demi lap pada MotoGP 2017. Dia menjadi pesaing berat, bukan hanya bagi rekan satu timnya Valentino Rossi, namun juga jagoan Repsol Honda, Marc Marquez.

Vinales sempat memenangkan dua balapan pertama, namun langsung terjatuh dua kali pada balapan berikutnya, di Texas dan Assen. Manajer Yamaha, Wilco Zeelenberg mencoba mencari tahu apa yang salah dari pembalap muda Spanyol tersebut? Berikut petikan wawacara bersama Zeeelenberg, dilansir dari Speedweek, Senin (31/7).

T: Bagaimana Anda menilai Vinales di sembilan balapan pertama?

J: Setelah tes musim dingin, Maverick sangat difavoritkan sebagai juara dunia tahun ini, namun dia mengalami beberapa kemunduran. Dia baru-baru ini mengeluhkan ban, namun ban yang sama juga dipakai seluruh pembalap di tim lain.

Kami merasa ada masalah sejak awal musim, namun perlahan semuanya berjalan baik. Semuanya berubah secara fundamental setelah di Jerez. Yamaha ketinggalan hingga 24 detik. Maverick selesai di posisi keenam. Kami memakai motor yang sama dengan balapan sebelumnya dan kondisi cuaca juga sama seperti dua balapan pertama, hanya desain bannya saja berbeda.

Perlombaan berjalan terus. Kami mencoba rute baru, kemudian menemukan cara memasang ban terbaik di motor kami. Dalam empat atau lima balapan semua baik-baik saja dan kami memenangkan tiga di antaranya.

Grand Prix Katalunya adalah titik terendah tim. Rossi hanya ada di posisi kedelapan, Vinales enam. Dua puluh empat detik hilang begitu saja. Kesulitan-kesulitan itu datang di musim dingin.

Kami melakukan penyesuaian sepeda motor dan mencari cara menjadi lebih cepat lagi. Tapi, jika Anda tidak ada pegangan, Anda tidak bisa melakukan banyak perubahan, dan itu tak akan membantu. Paket yang Anda siapkan tidak lagi kompetitif. Kurangnya grip adalah masalah utama kami.

T: Mengapa Yamaha Tech-3 dengan Zarco dan Folger bisa lebih cepat dari pabrikan utama tahun ini? Pemula seharusnya tidak lebih baik dari Rossi dan Vinales.

J: Ya, sedikit sulit dipahami. Saya mengakuinya.

T: Apakah Anda ingin kembali ke sepeda 2016?

J: Jika motor 2016 bisa mengalahkan Mar Marquez setiap akhir pekannya, maka itu baru cerita berbeda.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA