Wednesday, 11 Rabiul Awwal 1442 / 28 October 2020

Wednesday, 11 Rabiul Awwal 1442 / 28 October 2020

Casey Stoner Raih Pole Position, Tapi Simoncelli Kembali Curi Perhatian

Ahad 12 Jun 2011 05:47 WIB

Rep: Abdullah Sammy/ Red: Didi Purwadi

Marco Simoncelli (kiri) bersalaman dengan Casey Stoner sementara Jorge Lorenzo (tengah) menyaksikannya.

Marco Simoncelli (kiri) bersalaman dengan Casey Stoner sementara Jorge Lorenzo (tengah) menyaksikannya.

Foto: AP/Tom Hevezi

REPUBLIKA.CO.ID,SILVERSTONE - Pembalap Repsol Honda, Casey Stoner, tampil dominan untuk merebut pole position dalam kualifikasi MotoGP Inggri pada Sabtu (11/6) waktu setempat. Pembalap asal Australia ini mempu membukukan catatan waktu lap terbaik 2 menit 2,020 detik.

Catatan waktu ini menjadi rekor lap tercepat sepanjang sejarah balap motor di sirkut Silverstone, Inggris. Stoner berhasil mengungguli pembalap Marco Simoncelli yang sedang naik daun. Pembalap berkebangsaan Italia ini pun menorehkan rekor catatan terbaik di Silverston dengan 2 menit, 2,08 detik.  Capaian yang diperoleh Simoncelli ini menegaskan perkembangan pesat kemampuan balapnya.  

Pembalap San Carlo Honda kelahiran Cattolica tersebut kini menjadi asa baru bagi Italia setelah Valetino Rossi tampil melempem musim ini. Di babak kualifikasi MotoGP Inggris, Rossi hanya menempati peringkat start ke-13.

Walau sorotan jelang balap masih seputar persaingan Stoner dengan Jorge Lorenzo, namun grafik meningkat Simoncelli dapat menjadi rujukan akan terjadinya kejutan. Simoncelli yang belum sekalipun meraih podium, kini bisa berharap sirkuit Silverstone jadi momen bersejarah baginya.

Pembalap berambut kribo ini sebetulnya memiliki peluang memecahkan telur podiumnya di GP Katalonia. Namun sayang, Simoncelli gagal mempertahankan pole position yang diraih akibat start yang buruk.  

Uniknya, segala prestasi melonjak Simoncelli terjadi saat dia mendapat cercaan dari publik balap pasca-insiden tabrakannya dengan pembalap Dani Pedrosa di Le Mans. Akibat bersenggolan dengan motor Simoncelli, Pedrosa terpental dari kendaraannya dan mengalami cidera. Karena cidera itu, Pederosa menderita terpaksa absen panjang.

Alhasil sepanjang babak kualifikasi, Simocelli mendapatkan cercaan dari penonton  Silverstone. Namun, hal itu tidak membuatnya gentar. Tidak hanya cercaan, Simoncelli bahkan sempat menerima ancaman pembunuhan lewat surat yang dikirim oleh seseorang yang tidak dikenal.

Di tengah ancaman dan cercaan publik balap, Simoncelli justru mampu mencatatkan dua prestasi terbaik dalam karier balapnya. Pole position mampu direbut di Katalonia dan start kedua di Inggris, membuktikan jika Simoncelli bukan pembalap sembarangan.

“Saya memang merasa ada tensi tinggi jelang balap. Tapi, saya mencoba nyaman dan fokus saat membalap,” kata mantan juara dunia kelas 250 cc 2008 itu seusai sesi kualifikasi seperti dilansir Motogp.com.

Selain harus menghadapi Stoner, Simoncelli juga akan berhadapan dengan juara dunia Jorge Lorenzo di baris terdepan start. Lorezo sendiri akan start tepat di belakang Simoncelli. Tak pelak, ajang balap yang akan berlangsung Ahad (12/6) ini akan menampilkan persaingan ketat.

sumber : AP/Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA