Kamis, 14 Rabiul Awwal 1440 / 22 November 2018

Kamis, 14 Rabiul Awwal 1440 / 22 November 2018

Erick Thohir Terpilih Lagi Jadi Presiden SEABA

Selasa 20 Apr 2010 04:21 WIB

Rep: israr/ Red: Krisman Purwoko

Erick Thohir

Erick Thohir

JAKARTA - Presiden SEABA (SouthEast Asian Basketball Association) Erick Thohir, berencana terus meningkatkan mutu pelatih dan wasit bola basket di Asia Tenggara. Ini disampaikan Erick usai terpilih sebagai presiden SEABA untuk kedua kalinya dalam kongres SEABA keenam di Hotel Melia Benoa, Bali, Ahad (18/4). Erick kembali memimpin SEABA mulai tahun ini hingga 2014 mendatang.

Menurut dia, negara-negara seperti Vietnam dan Laos juga bisa ikut berpartisipasi dalam pengembangan bola basket. Jika mereka tidak memiliki timnas atau klub, mereka bisa mengirimkan wasit untuk memimpin sejumlah pertandingan di Asia Tenggara. "Ini bisa terjadi jika kualitas wasit mereka bagus. Kita akan berkonesentrasi untuk terus meningkatkan mutu wasit dan juga pelatih di Asia Tenggara yang sudah saya mulai di masa jabatan saya sebelumnya," kata Erick.

Selain itu, ia berencana untuk mengembangkan sisi bisnis bola basket Asia Tenggara. Menurut dia, siaran langsung pertandingan-pertandingan basket bisa menjadi salah satu sumber pendapatan. "Saya ingin SEABA mendapatkan pemasukan tidak hanya dari bantuan FIBA Asia selama ini, tapi juga dari sumber lain," ungkapnya.

Erick terpilih kembali setelah mengantongi suara lebih banyak dari Dr. Suthep Benjobhoki, mantan Presiden SEABA 2002-2006 asal Thailand. Dalam voting yang diikuti 10 negara peserta, tujuh diantaranya memilih dirinya. Peserta yang menghadiri kongres ini adalah Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Myanmar, Malaysia, Filipina, Singapora, Thailand, dan Vietnam.

Menurut Erick, keberhasilannya kembali terpilih merupakan apresiasi Asia Tenggara terhadap Indonesia. Sebab Indonesia dinilai memiliki prestasi dan manajemen yang baik. Selain bisa meningkatkan jumlah wasit dan pelatih muda berkualitas, Indonesia juga sukses menggelar beberapa event basket level Asia Tenggara.

Selama memimpin SEABA sejak 2006 hingga 2010, masih kata Erick, dirinya dinilai banyak pihak mampu menggairahkan bola basket Asia Tenggara. Selain rutin menggelar berbagai turnamen, di masa kepemimpinannya lahir liga basket ASEAN, ABL. "Ada peningkatan luar biasa dari sisi perwasitan sehingga wasit asal Laos dan Vietnam, bisa ikut memimpin pertandingan ABL. Padahal mereka tidak memiliki klub yang ikut berlaga di ABL," kata Erick.

Menurutnya, kondisi ini bisa tercipta berkat kerjasama yang baik dengan PB Perbasi. Ia mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum PB Perbasi, Noviantika Nasution, yang dinilai berkontribusi besar terhadap kemajuan basket di Indonesia.

Erick menegaskan, empat tahun ke depan merupakan masa baktinya yang terakhir kepada SEABA. Ia mengaku tidak akan mau lagi dipilih untuk menjabat sebagai Presiden SEABA. "Presiden biasanya kan cuma dipilih dua kali. Saya berharap 2014 nanti bakal ada sosok yang lebih baik untuk menggantikan saya," ucapnya. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Festival Panen Kopi Gayo

Rabu , 21 Nov 2018, 20:55 WIB