Wednesday, 5 Zulqaidah 1439 / 18 July 2018

Wednesday, 5 Zulqaidah 1439 / 18 July 2018

Raja dan Sultan se-Indonesia Berkumpul di Bandung, Mau Bikin Apa Nih?

Ahad 23 February 2014 06:31 WIB

Rep: Ari Lukihardiyanti/ Red: Muhammad Hafil

Ilustrasi Kerajaan Samudra Pasai.

Ilustrasi Kerajaan Samudra Pasai.

Foto: Blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Adat istiadat dan Budaya di Indonesia, saat ini semakin memperihatinkan. Karena, adat istiadat yang sudah ada sejak dahulu hampir tergerus oleh budaya asing yang masuk ke kota-kota besar.

Oleh karena itu, para raja dan sultan se-Nusantara akan menggelar pertemuan besar di Gedung Merdeka,Bandung, Ahad (23/2). Konvensi nasional tersebut digelar dalam rangka penyusunan rekomendasi tentang adat,adab dan budaya nusantara 2014.  Juga merajut adat dan adab yang berserakan sebagai inspirasi kebangkitan budaya peradaban nusantara.

Sekjen Silatnas (Silaturahmi Nasional) Raja Sultan Nusantara Indonesia Raja Samu mengatakan, acara konvensi ini perlu diadakan dalam rangka mendapatkan penjelasan yang akurat berkaitan dengan adat,adab dan budaya. "Serta masukan-masukan dari seluruh tokoh daerah yang ada di nusantara," ujar Samu.

Menurutnya akan hadir sebagai narasumber dalam acara ini diantaranya Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar, pemerhati adat budaya dan nusantara Bien Subiantoro,Wagub Jabar Deddy Mizwar, Dirjen Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendagri Tarmizi Abdul Karim. 

Raja Samu Samu mengatakan, agar formulasi pemikiran dalam konvensi nasional ini dapat terumuskan dengan kaidah-kaidah secara ilmiah maka dihadirkan pengamat dan tokoh yang berpengalaman dibidangnya. "Beberapa narasumber dari pemerintah pun turut dihadirkan untuk urun rembuk menyampaikan pikiran konstruktif," katanya.

Menurut Samu, kegiatan konvensi ini nantinya rumusannya akan menjadi masukan dalam merumuskan revitalisasi konsep kebudayaan kebangsaan dan kerakyatan untuk kebijakan strategi. "Sebagai perisai budaya bangsa berbasis sistem adat,adab edan kearifan budaya daerah," katanya.

Samu juga berharap, pertemuan konvensi berkaitan dengan adat,adab dan budaya ini bisa dilaksanakan satu tahun sekali sekaligus untuk menyampaikan laporan hasil kerja,evaluasi dan pembahasan rencana kerja ke depan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES