Friday, 17 Jumadil Akhir 1440 / 22 February 2019

Friday, 17 Jumadil Akhir 1440 / 22 February 2019

Erick: Indonesia Harus Kerja Keras Raih Prestasi Asian Games

Selasa 29 Aug 2017 22:17 WIB

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Israr Itah

Erick Thohir

Erick Thohir

Foto: ROL

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir mengakui Indonesia harus bekerja keras untuk bisa meraih prestasi di Asian Games. Ini jika berkaca pada pencapaian Indonesia pada SEA Games 2017 di Malaysia yang Rabu (30/8) besok akan berakhir.

"Berdasarkan angka di papan klasemen, kami akan kehilangan target kami sekitar 20 persen. Meskipun ada beberapa hal positif seperti cabor renang dan memanah (di mana masing-masing menghasilkan empat medali emas). Ini jauh dari performa terbaik dan kami harus belajar serta mengevaluasi semuanya," ucap Erick yang tengah menghadiri pertemuan dengan pihak Dewan Olimpiade Asia (OCA) di Cina, seperti dilansir Straits Times, Selasa (29/8).

Pelaksanaan SEA Games 2017 Kuala Lumpur telah memasuki hari ke-12 atau sehari menjelang penutupan. Waktu yang tersisa sudah bisa dikatakan tidak bakal memengaruhi posisi akhir Indonesia di klasemen perolehan medali.

Saat ini Indonesia masih berkutat di posisi lima dengan raihan 38 emas, 62 perak, dan 75 perunggu. Padahal, target dari Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) serta Kementerian Pemuda dan Olahraga adalah 55 medali emas.

Apabila melihat dari rapor sebelumnya, hitungan perolehan medali emas Indonesia di SEA Games 2017 ini adalah yang terendah setelah SEA Games 2009 di Laos dengan mengantongi 43 medali emas. Akan tetapi, saat itu SEA Games hanya mempertandingan 25 cabang olahraga (cabor). Sedangkan pada hajatan kali ini, ada 38 cabor yang dipertandingkan di Kuala Lumpur.

Memang bukan perkara mudah untuk meraih target yang sebelumnya dipasang, mengingat pesaing Indonesia ternyata banyak membuat kejutan. Sebut saja Vietnam yang mampu menguasai cabang angkat besi pada hari pertama pelaksanaannya.

Erick memuji Vietnam yang bisa ditiru oleh Indonesia. Vietnam mengirimkan 476 atlet ke Kuala Lumpur, di bawah Indonesia yang berkekuatan 534 atlet. Meskipun secara keseluruhan perolehan medali Vietnam kalah dari Indonesia, 167 berbanding 189 hingga Selasa malam, namun Vietnam meraih 58 emas, unggul 20 emas dari Indonesia.

"Ini persentase yang tinggi, mereka hanya tertarik pada emas," kata Erick.

Rapor merah Indonesia di SEA Games ini menjadi fokus utama untuk ditingkatkan, terlebih pada Agustus 2018 Indonesia bakal menjadi tuan rumah Asian Games. Akan tetapi, Erick mengaku tak panik. Sebab ada waktu 11 bulan untuk berbenah dan fokus pada cabang andalan.

"Ini bukan masalah sistemik, prioritas utama kami adalah adalah Asian Games 2018. Kami memiliki catatan positif dalam bidang olahraga seperti memanah, bulutangkis, dan angkat besi, dan kami akan fokus pada itu," ucap pria yang juga menjabat sebagai Presiden Inter Milan itu.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA