Tuesday, 25 Rajab 1442 / 09 March 2021

Tuesday, 25 Rajab 1442 / 09 March 2021

Agus: Kalau Sudah Karakter Memang Susah Diubah

Jumat 10 Feb 2017 22:22 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Indira Rezkisari

Paslon Cagub dan Cawagub DKI Jakarta nomor urut 1 Agus-Sylvi mengikuti final debat pasangan calon di Jakarta, Jumat (10/2).

Paslon Cagub dan Cawagub DKI Jakarta nomor urut 1 Agus-Sylvi mengikuti final debat pasangan calon di Jakarta, Jumat (10/2).

Foto: Republika/ Raisan Al Farisi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon gubernur DKI Jakarta nomor urut satu, Agus Harimurti Yudhoyono, mengutip kata-kata bijak yang mengatakan "kalau sudah karakter memang susah untuk diubah". Kata-kata bijak tersebut dimaksudkan untuk menyindir pasangan Ahok-Djarot yeng menurutnya selalu menaruh curiga terhadap rakyatnya.

"Orang bijak mengatakan, memang kalau sudah karakter susah untuk diubah. Kalau karakternya curiga, samapai kapanpun akan seperti itu," kata Agus saat debat kandidat ketiga di Hotel Bidakara, Jumat (10/2).

Agus menganggap, keraguan pasangan Ahok-Djarot terhadap program Agus-Sylvi yang ingin memberikan Rp 1 miliar per tahun per RW adalah sebuah bentuk kecurigaan. Pasangan Ahok-Djarot memang meragukan progtam tersebut karena menurutnya program tersebut bisa memicu korupsi di tingkat RT/RW.

Djarot juga mengaku, selama menemui warga, dirinya sering mendapat keluhan dari para RW terhadap program tersebut. Itu tak lain karena program tersebut menurutnya bisa menjebak masyarakat melakukan tindakan korupsi.

Agus kemudian menyangkal pernyataan Djarot tersebut. Menurutnya, dari berbagai masyarakat yang ditemuinya di berbagai wilayah, masyarakat malah mendambakan program tersebut.

Agus menambahkan, masyarakat memang takut. Tetapi ketakutan tersebut bukan karena mereka takut terjebak korupsi. Tetapu takut dimaki pemimpinnya saat tidak bisa menyelesaikan pekerjaannya.

"Mereka mendambakan (program Rp 1 miliar per RW per tahun) itu, karena selama ini tidak pernah didengar oleh pemimpinnya. Betul takut, tapi takut dimaki-maki oleh pemimpinnya karena tidak bisa mengerjakan program itu," ucap Agus.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA