Tuesday, 11 Muharram 1444 / 09 August 2022

Membina Mualaf Ala Singapura

Kamis 09 Feb 2017 10:15 WIB

Red: Agung Sasongko

Muslim Singapura

Muslim Singapura

Foto: AP

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Umat Islam di Singapura menjadi minoritas. Namun, fakta tersebut tidak berarti geliat dakwah jalan di tempat.

Sebaliknya, mekanisme dakwah disiapkan dan tertata sedemikian rapi. Ini termasuk, bagaimana cara membina mualaf. Seperti yang dilakukan Asosiasi Mualaf Singapura Darul Arqam.

Lembaga yang berdiri tahun 1980 ini memiliki layanan terpadu untuk mualaf. Sebagai contoh, lembaga tersebut memiliki tingkatan pembinaan dimulai dari pengenalan, pelajaran pengayaan, dan kemandirian.

Di tahap pengenalan, mereka mendapat pelajaran tentang “Knowing Islam Session (KIS)”, “Begin ners’ Course on Islam 2”, serta “Solah (Shalat) Tutorial Express (STX)”.

Setelah fondasi keislaman cukup kuat, mereka akan mengikuti pelajaran pengayaan ilmu Islam, seperti kisah para nabi, asmaul husna, ataupun ilmu fikih. Setelah mengikuti pelajaran pengayaan ini, keislaman mereka diharapkan makin kuat sehingga dapat melewati segala rintangan dan cobaan sebagai mualaf.

Tak hanya mengikuti kursus dan pelajaran agama, para mualaf juga sering kali menggelar pertemuan untuk saling bersilaturahim. Tak jarang, mereka berekreasi bersama, bahkan melakukan kegiatan seni sastra. Mereka juga mendapat bantuan dari Darul Arqam untuk urusan advokasi ataupun pencantuman identitas Muslim di KTP.

Bahkan, mereka pun mendapat bantuan dana untuk sunat, berobat, hingga transportasi. Pendek kata, berkat Darul Arqam, urusan para mualaf Singapura begitu dimudahkan dan difasilitasi.

Seluruh layanan tersebut, terutama bimbingan kepada mualaf, memang menjadi visi dan misi lembaga Darul Arqam. Lembaga ini berupaya me lindungi para mualaf tanpa melihat ras ataupun agama sebelumnya yang mereka peluk.

Atas kepedulian mereka terhadap para mualaf, lembaga Darul Arqam pada 2005 dinobatkan sebagai Pusat Layanan Mualaf atau OneStop Centre for Convert (OSCC) oleh Lembaga Agama Islam Si nga pura (MUIS). Mereka juga terdaftar dan dilindungi un dangundang Pemerintah Singapura.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA