Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Alasan Minum Susu Baik untuk Anak

Rabu 01 Feb 2017 15:26 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Indira Rezkisari

Susu sapi

Susu sapi

Foto: pixabay

REPUBLIKA.CO.ID, Susu merupakan bagian yang sangat penting dari nutrisi anak apapun jenisnya, entah itu air susu ibu untuk bayi, susu sapi, susu cokelat hingga susu rendah lemak. Selain membutuhkan berbagai macam vitamin, mineral dan nutrisi lainnya untuk menjaga kondisi anak tetap sehat, tubuh anak juga memerlukan susu untuk pertumbuhan dan kekuatan tulang.

Meskipun banyak orangtua berpikir bahwa susu hanya berasal dari sapi, pada dasarnya ada banyak jenis susu bukan dari sapi yang juga bisa dijadikan sebagai pengganti susu seperti diantaranya susu organik, susu kedelai, susu beras, susu kelapa, serta susu kambing.

Saat ini, banak anak-anak yang tidak mendapatkan susu. Kondisi ini sangat disayangkan sekali karena susu mengandung banyak sumber vitamin, mineral, dan nutrisi penting lainnya. Susu bahkan dianggap bagian penting untuk diet sehat anak sebab di dalam susu terdapat vitamin D, votamin A, kalsium, protein, vitamin B12, dan potassium.  

Agar kebutuhan vitamin anak terpenuhi, sebaiknya setelah berusia 12 bulan anak dibiasakan untuk meminum susu sapi. Pada usia dua tahun, anak harus mengurangi mengonsumsi susu berlemak. Bagi anak yang memiliki kelebihan berat badan, orangtua bisa menggantinya dengan susu rendah lemak setelah usia anak menginjak satu tahun.

Seperti porsi makanan, susu pada anak juga memiliki porsi sesuai dengan usia mereka. Untuk anak usia 2-8 tahun membutuhkan dua gelas susu per hari, sedangkan usia 9-18 membutuhkan tiga gelas susu per harinya. Jika anak Anda tidak terbiasa meminum susu sapi, Anda bisa menggantinya dengan keju atau yogurt yang memiliki kandungan kalsium dan vitamin D tinggi.

Kendati nutrisi yang terkandung pada susu sangat baik, namun mengonsumsinya secara berlebihan bukanlah ide yang bagus. Selain mengakibatkan penumpukan kalori, minum susu terlalu banyak juga berisiko untuk anemia defisiensi zat besi.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA