Saturday, 5 Ramadhan 1442 / 17 April 2021

Saturday, 5 Ramadhan 1442 / 17 April 2021

Pagu Raskin Subang dan Purwakarta Belum Berubah

Senin 30 Jan 2017 02:45 WIB

Rep: ita nina winarsih/ Red: Budi Raharjo

Beras BULOG

Beras BULOG

Foto: Republika/Prayogi

REPUBLIKA.CO.ID, SUBANG -- Bulog Sub Divre Subang mengklaim pagu raskin 2017 untuk dua kabupaten masih belum ada perubahan. Kuota raskin tahun ini, jumlahnya masih sama seperti tahun sebelumnya, yakni untuk Kabupaten Subang sebanyak 1.800 ton per bulan dan Purwakarta 800 ton per bulan.

Kepala Bulog Sub Divre Subang, Taufik Budi Santoso, mengatakan, hingga akhir Januari ini masih belum ada perubahan soal pagu raskin. Dengan demikian, penyaluran raskin untuk Januari dan Februari masih menggunakan pagu lama. Subang, penerima raskinnya sebanyak 125.434 rumah tangga sasaran (RTS). Sedangkan Purwakarta 48.354 RTS. "Belum ada pembahasan mengenai perubahan pagu raskin," ujar Taufik, kepada Republika, Ahad (29/1).

Meski demikian, stok beras yang ada di gudang Bulog Subang hingga saat ini melimpah. Stoknya mencapai 19,7 ribu ton. Stok tersebut, cukup untuk kebutuhan raskin tujuh bulan kedepan.

Melimpahnya stok beras di awal 2017 ini, disebabkan dua faktor. Pertama, pusat menurunkan target penyerapan beras untuk Subang, dari 60 ribu ton menjadi 40 ribu ton. Lalu, sepanjang 2016 kemarin, penyerapan beras di tingkat petani sangat maksimal. Sehingga, stok beras menjadi surplus. "Sepanjang 2016, kita sudah menyerap beras sekitar 46 ribu ton setara beras," ujarnya.

Dengan begitu, Bulog Subang tidak kekurangan persediaan beras untuk raskin. Bahkan, Subang mampu membantu wilayah lain yang kekurangan. Seperti, Cianjur, Bogor, Depok, Bandung dan Kalimantan Barat. Adapun, yang disubsidi silang untuk bulog daerah lain mencapai 12,5 ribu ton.

Terkait dengan tunggakan raskin, Taufik mengaku, saat ini sudah mulai berkurang. Tunggakannya hanya Rp 100 juta. Itupun, utang berjalan. Dengan kata lain, tunggakan bulan kemarin.

Saat ini, pengelola raskin di setiap desa kesadaran pembayarannya mulai tinggi. Tidak lagi, menunggak dalam jangka waktu yang lama. Melainkan, hanya tunggakan bulan kemarin saja. Tapi resikonya, kalau masih ada tunggakan maka raskin alokasi bulan ini tak bisa didistribusikan selama utangnya belum dibayar. "Makanya, tidak ada yang menunggak lama," ujarnya.

Sementara itu, Kabid Produksi Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Subang, Asep Supriyatna, mengatakan, tahun ini target produksi pertanian untuk Subang mengalami kenaikan lima persen. Tahun sebelumnya, target untuk Subang sebesar 1,2 juta ton GKP. Namun, realisasinya mencapai 1,3 juta ton GKP. "Makanya, tahun ini targetnya meningkat. Mudah-mudahan bisa terealisasi," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA